batampos.co.id – Kedatangan warga negara asing (WNA) ke Indonesia pada 28-31 Desember 2020 diperketat. Meski dinyatakan negatif atau terbebas dari virus korona atau Covid-19, mereka harus tetap menjalani isolasi mandiri.

“Protokol kesehatan yang lebih ketat untuk kedatangan mulai 28 sampai 31 Desember artinya skrining akan lebih ketat lagi,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Cecep Herawan dalam diskusi daring yang disiarkan BNPB, Selasa (29/12).

Cecep memastikan, penerapan protokol kesehatan kesehatan dilakukan terjadap WNA yang masuk ke Indonesia. Karena mereka harus menjalani isolasi mandiri sebelum akhirnya melakukan aktivitas di Tanah Air. “Kewajiban melakukan isolasi, karantina meskipun hasilnya negatif,” tegas Cecep.

Sementara itu, juru bicara penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan, pihaknya telah melakukan koordinasi untuk mencegah lonjakan Covid-19 terkait masifnya kedatangan WNA. Karena itu, dia memastikan setiap aturan yang dibuat bisa dipatuhi.

“Jadi yang penting adalah koordinasi lintas sektor. Jadi pada saat kasusnya berasal dari masalah kesehatan maka Kementerian Kesehatan menjadi ujung tombaknya, maka kita pastikan segala aturan dari Kementerian Kesehatan juga di review dan dipatuhi,” ujar Wiku.

Menurut Wiku, dalam membuat aturan yang terkait kedatangan WNA melihat dari peraturan internasional khususnya organisasi kesehatan dunia (WHO).

Wiku pun berpesan untuk selalu patuh disiplin protokol kesehatan, utamanya menerapkan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer.

“Dalam membuat kebijakan kita betul-betul melihat secara saintifik yang secara internasional juga diakui. Kita juga melihat risiko, jadi resikonya memang tinggi ya, kita harus melakukan tindakan dan harus koheren atau sinkron aturan di WHO internasional,” pungkasnya.(jpg)