batampos.co.id – Tiga bantuan sosial yang disalurkan Kementerian Sosial (Kemensos), sudah disalurkan kepada masyarakat Batam.

Ketiga program tersebut adalah bansos Program Keluarga Harapan (PKH), program
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Non-PKH, dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Totalnya, ada 74.451 keluarga yang menerima bantuan tersebut. Kepala Dinsos
Batam, Hasyimah, mengatakan, total ada 21.201 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di
Kota Batam yang menerima bantuan PKH tersebut.

”Uang bansos disalurkan melalui bank pemerintah pada rekening setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dengan kartu ini, ibu-ibu dapat mengambil uang bansos PKH, tarik tunai, menabung, menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS),” tuturnya, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Menurut Hasyimah, bansos PKH ini menyesuaikan komponen yang ditetapkan Kemen-
sos. Semakin besar komponen, maka akan semakin besar yang diterima KPM.

Adapun, lima komponen yang ditetapkan ialah memiliki anak bayi balita, ibu hamil, memiliki anak usia sekolah, disabilitas atau cacat berat, serta lansia usai 70 tahun ke
atas.

”PKH ini bantuan bagi masyarakat miskin atau yang tidak mampu. Besaran nilainya menyesuaikan komponen-komponen ini. Misalnya ada kelima komponen, maka akan
semakin banyak besarannya,” ucapnya.

Selanjutnya, bansos sembako atau BPNT non-PKH diberikan kepada masyarakat miskin
atau yang tidak mampu. Penyaluran bantuan ini juga sama dengan bansos PKH, dimana disalurkan melalui KKS sebesar Rp 200 ribu setiap bulannya.

Ilustrasi. Salah seorang penerima bantuan tunai langsung memperlihatkan rupiah yang baru saja diambilnya di kantor pos. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Kartu ini bisa dibawa ke agen sembako untuk ditukarkan dengan jenis-jenis sembako yang telah ditetapkan.

”Karena ditukarkan dengan sembako, makanya dikasih nama program sembako,” tambahnya.

Di Batam, lanjutnya, kuota bantuan sembako yang ditetapkan pemerintah sebanyak 32.590 KPM. Hanya saja, pelaksanaan atau serapan baru sebanyak 25.015 KPM. Hal ini karena adanya data ganda, penerima sudah tak berada di Batam atau meninggal dunia.

”Kita terus verifikasi dan validasi data penerima bantuan sembako ini. Salah satu kendala terbesar saat ini adalah mobilasi masyarakat Batam yang tinggi, bisa saja hari ini dia terima bantuan ini, bulan depannya sudah pindah ke kampungnya dan itu jumlahnya sangat banyak,” tuturnya.

Selanjutnya, sebanyak 20.660 warga Batam menerima bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Penerima merupakan masyarakat yang masuk dalam
data miskin Kota Batam tapi tak terdaftar sebagai PKH dan program sembako.

”Penerima BST ini berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Batam. Sebagian dari mereka sudah terdaftar sebagai PKH dan bantuan lainnya dari Kemensos. Sisanya itu dimasukkan sebagai penerima BST,” ungkap Hasyimah.

Ia menjelaskan, data penerima BST langsung diterima dari Kemensos. Pihaknya melalui perangkat lurah langsung turun dan melakukan verifikasi.

Petugas mendatangi warga dan menginformasikan bahwa yang bersangkutan terdaftar sebagai penerima bantuan Covid-19 dari pemerintah pusat.

Menurutnya, biar tidak ada warga yang ganda menerima bantuan, petugas memberikan
pilihan mau dapat dari pusat berupa uang Rp 600 ribu atau sembako dari pemerintah
daerah.

Kalau mereka pilih sembako, berarti namanya dicoret dari penerima bantuan pusat, begitu sebaliknya. Bantuan diambil langsung penerima melalui Kantor Pos atau melalui bank.

Berdasarkan data dari pusat, jumlah penerima Bansos tunai Kota Batam 20.660 Kepala Keluarga (KK). Dimana, 2.336 KK sebagai penerima non tunai melalui BRI, 1.014 KK sebagai penerima non tunai melalui BNI, dan 17.310 KK penerima bantuan lewat Kantor Pos.

Hasyimah menegaskan, pemberian bantuan ini sudah sesuai dengan arahan Kemen-
sos.

”Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Semoga bantuan itu bisa bermanfaat,” harapnya.

Sementara itu, untuk program batuan RTLH, saat ini sudah tidak lagi berada di Dinsos se-
jak tahun 2018 lalu dan beralih di Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan
(Perkimtan) Batam.

”Termasuk juga dengan pemakaman,” pungkas Hasyimah.(jpg)