batampos.co.id – Pertumbuhan investasi berdasarkan penanaman modal asing (PMA) yang tumbuh positif di triwulan ketiga 2020, mendapat respons positif dari kalangan pengusaha.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, menyarankan agar Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mendekati investor agar kepercayaannya semakin baik kepada Batam.


”BP Batam harus makin gencar meyakinkan investor yang masih wait and see di tahun 2019 untuk segera merealisasikan investasinya di Batam. Namun hambatan untuk ini adalah masih tingginya kasus penularan Covid-19 di Batam. Jika masih belum bisa dikendalikan maka sangat sulit untuk memulihkan ekonomi Batam di tahun 2021,”
kata Rafki, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Kantor BP Batam. Foto: Putut Ariyotejo/batampos.co.id

Untuk itu, ia memberikan rekomendasi kepada BP Batam dan juga Pemko Batam, agar anggaran yang ada selain untuk membangun infrastruktur, juga diarahkan untuk pemulihan ekonomi pasca Covid-19.

”Jadi kalau mau ekonomi Batam mengalami pemulihan menuju pertumbuhan positif di 2021, maka anggaran pemerintah pusat dan daerah harus digunakan lebih banyak untuk pemulihan ekonomi. Sebaiknya dipilih proyek-proyek yang membawa dampak besar untuk menaikkan daya beli masyarakat. Termasuk program-program bantuan sosial dan
sejenisnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pihaknya akan fokus pada penyederhaan perizinan serta pembangunan infrastruktur.

Langkah tersebut akan dimulai setelah penanganan Covid-19 mulai bisa dikendalikan, ketika vaksin sudah turun nanti.(jpg)