batampos.co.id – Pemko Batam akan memberi sanksi bagi SPBU yang tidak menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium.

Sebab, sesuai kesepakatan rapat antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Pertamina, pihak SPBU dan Hiswana Migas pada Selasa (29/12/2020), seluruh SPBU di Batam wajib menjual premium mulai Januari 2021 mendatang.


Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, sanksi tegas yang diberikan mulai dari teguran hingga pencabutan izin.

SPBU dinilai tidak mengindahkan intruksi pemerintah terkait
kebutuhan masyarakat.

”Pastinya ada sanksi bagi yang tidak mengindahkan intruksi ini. Karena hal ini sifatnya wajib,” ujar Gustian seperti yang diberitakan Harian Batam Pos, Rabu (30/12/2020).

Apalagi, lanjut Gustian, saat digelar rapat bersama tersebut, semua sepakat untuk kembali menyediakan premium.

Dari 33 SPBU yang ada di Batam, beberapa di antaranya memang ada yang tidak menjual premium lagi.

”Karena sudah sepakat, seluruh SPBU wajib memasang kembali pompa untuk premium,” kata Gustian.

Apalagi, sambung dia, Pemko Batam telah meminta penambahan kuota premium sebanyak 10 persen.

Penambahan kuota tersebut dinilai mencukupi untuk memenuhi
kebutuhan premium di Kota Batam.

Apalagi, nantinya ada pembatasan pembelian premium untuk kendaraan, sama seperti pembelian biosolar.

Antrean kendaraan roda empat saat hendak mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di Kota Batam. dalam beberapa hari terakhir BBM jenis premium dan pertalite langka di sejumlah SPBU. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

”Rencananya, pembelian pakai kartu ini baru mulai diterapkan Februari, karena proses pengurusannya dimulai pertengahan Januari,” tegas Gustian.

Dikatakannya, di antara syarat pengisian premium adalah tahun dan jenis kendaraan.

Begitu juga dengan keaktifan pajak kendaraan. Namun, kuota pengisian kendaraan umum dan pribadi dibedakan.

”Kuota untuk kendaraan umum lebih banyak dari pada kendaraan pribadi, karena jalur mereka lebih panjang. Jadi tak bolak balik mengisi,” terang Gustian.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengecualikan kendaraan roda dua jenis tank besar untuk mengisi premium. Hal itu dilakukan untuk menghindari pelangsir.

”Selama ini pelangsir kebanyakan pakai motor Thunder, jadi nanti
kemungkinan pengecualian untuk mereka,” pungkas Gustian.(jpg)