Pandemi Covid-19 membuat perubahan terhadap gaya hidup masyarakat, untuk tetap bertahan di tengah pandemi. PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Express Batam langsung menangkap peluang usaha ini. JNE membantu masyarakat memulihkan perekonomian di tengah pandemi.
YULITAVIA, Batam
Suzie Chan, terlihat tengah sibuk dengan paket yang segera dikirim kepada pelanggannya dari luar Kota Batam. Pagi ini, puluhan paket ini siap diangkut menuju kantor JNE Express yang berlokasi di Ruko Plamo Garden, Batamcenter yang sudah menjadi mitranya selama 12 tahun.
“Tak bisa pindah ke lain hati. Pokoknya JNE saja kalau untuk kirim-kirim barang,” kata perempuan yang biasa disapa Kak Chan ini sambil tersenyum saat dijumpai di rumahnya di Perumahan Legenda Malaka beberapa waktu lalu.
JNE sangat mendukung kelancaran usaha bisnisnya. Menurutnya, layanan yang diluncurkan JNE sangat membantu dalam menjangkau pelanggan baik di dalam kota maupun luar kota bahkan luar negeri.
Suzie bercerita, usaha jualan online sudah dilakoni sejak tahun 2009 silam. Bisnisnya, mulai berkembang pesat empat tahun berikutnya tepatnya di tahun 2013 lalu.
Untuk satu hari ia mendapatkan pesanan hingga 100 paket. Sejak awal, ia sudah menggunakan jasa JNE, dan hampir semua layanan sudah pernah dirasakan manfaatnya.
“Saya suka karena prosesnya cepat,” ujar perempuan kelahiran Madiun 45 tahun silam.
Katanya, berbagai jenis layanan ditawarkan agar bisa memenuhi kepuasaan konsumen. Sehingga, Suzie bertahan menggunakan jasa JNE begitu lama, dan tidak berpindah ke yang lain.
“Otomatis pelanggan saya juga happy (senang, red) kalau barangnya tidak terlambat diterima,” ucap perempuan yang juga pelanggan pertama JNE Batam ini.
Menurutnya, JNE juga memberikan pelayanan yang sangat menguntungkan bagi pelanggan.
Seperti, JNE Loyalty card (JLC) yang benar-benar sangat bermanfaat karena bisa mendapatkan potongan harga hingga 15 persen, kecepatan layanan, promo, hingga hadiah menarik.
“Kalau dulu saya paling sering pakai fasilitas yakin esok sampai (yes). Karena, cepat sekali barang tiba di tangan konsumen. Dan ketika barang datang mereka sangat puas dan pesan kembali. Jadi sebagai pelanggan JNE saya senang, begitu juga pelanggan saya,” bebernya.
Kesulitan yang dialami karena pandemi covid-19 juga berimbas terhadap usaha tas impor, sepatu, pakaian miliknya. Ia harus memutar otak agar bisnis yang digelutinya bisa bertahan.
Suzie mencoba mengubah strategi bisnis dengan menargetkan pembeli dalam kota. Selain bisnis yang sudah ada, ia juga mencoba mulai memasarkan jenis makanan seperti daging ikan giling.
“Masyarakat sekarang cenderung memesan makanan yang bisa diantar dari pada belanja ke pasar, jadi saya menangkap peluang usaha dari gaya hidup masyarkat di tengah pandemi ini, kata dia.
Suzie Chan pelanggan JNE Express Batam menggunakan layanan free pickup untuk memudahkan pengiriman paket dari rumah. Ia tidak perlu keluar untuk mengantarkan paket, hal ini sangat membantu di tengah kondisi pandemi Covid-19. Foto: Yulitavia/batampos.co.id
Awalnya ia menggunakan kurir biasa, namun JNE hadir menawarkan program AM PM. Menurutnya, program ini sangat pas dengan kondisi saat ini.
“Jadi saya kirim paket sebelum pukul 12.00 dini hari, dan barang akan tiba di tempat tujuan hari itu juga. Ini sangat memudahkan bisnis saya,” ujarnya.
Layanan ini langsung menjadi populer di kalangan sesama pelaku usaha. Tidak hanya cepat, ongkos pengiriman Rp 7 ribu dinilai cukup murah dan ini sangat bagus untuk mendukung kelancaran usaha lokal di tengah pandemi yang masih berlangsung.
“Momennya pas. Saya bersyukur JNE hadir merespon kebutuhan pelaku usaha yang sedang mencoba bertahan di tengah pandemi,” imbuhnya.
Tiga dekade JNE ini, ia berharap banyak program yang bisa memberikan keringanan dan mendorong kemajuan usaha lokal.
Karena, saat ini banyak pelaku bisnis yang mencoba bertahan dan bangkit. Hal itu tidak lepas dari peran jasa pengiriman.
“Dan JNE punya peran itu. Mereka sangat kooperatif mendengarkan kebutuhan pelaku usaha. Turut menyukseskan usaha kami, tidak saja sebagai penyedia jasa pengiriman namun juga seperti keluarga yang saling melengkapi dan berbagi kebahagiaan,” ucapnya.
Kehadiran JNE juga sangat membantu pelaku usaha yang tinggal di pulau terluar yang berbatasan dengan negara Singapura seperti Pulau Belakang Padang.
Untuk sampai ke pulau ini, membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit menggunakan alat transportasi boat pancung dari kecamatan Sekupang, Batam.
Sejak satu tahun belakangan ini, JNE hadir sebagai mitra untuk pengiriman paket masyarakat di pulau.
Selama ini, untuk mendapatkan barang kebutuhan, warga harus menyebrang dari satu pulau ke pulau lainnya untuk mengirim maupun mendapatkan paket atau kiriman mereka.
Sekarang sudah tidak lagi, kehadiran JNE di tengah masyarakat yang tinggal di pulau terluar sangat membantu.
Pandemi turut mempengaruhi kehidupan masyarakat yang ada di pulau. Pembatasan yang dilakukan pemerintah daerah membuat warga memilih berada di rumah dari pada berpergian. Hal ini cukup menyulitkan mereka yang memiliki usaha di pulau.
Jasa pengiriman menjadi solusi bertahan di tengah pandemi. Masyarakat yang mayoritas nelayan, memiliki makanan olahan yang menjadi favorit dan memiliki banyak pelanggan.
Ani Zubaidah, penjual berbagai jenis makanan olahan ikan mengaku sempat menghentikan usahanya selama beberapa bulan karena pandemi.
“JNE membantu saya. Sekarang pesanan dalam ke Batam bisa diakomodir, dikirim, dan diterima dengan cepat oleh pemesan. Dan tak perlu nyebrang lagi. Alhamdulillah, pesanan di lokal lebih banyak dan bisa bantu ekonomi keluarga,”  sebut perempuan asal Pulau Pemping ini.
Perwakilan JNE Batam di Kecamatan Belakangpadang, Imran Imbaund menyebutkan, sedikitnya ada lima pulau yang merasakan manfaat layanan JNE yakni Pulau Terong, Pulau Pecong, Pulau Kasu, Pulau Belakangpadang, dan Pulau Pemping.
Meskipun hari libur, ia tetap menjalankan tugas, agar paket ini diterima tepat waktu oleh penerima paket.
“Alhamdulillah, kehadiran JNE benar-benar disambut hangat. Warga pulau tidak lagi perlu bolak-balik untuk mengirimkan atau mengambil paketnya. Lebih hemat waktu dan biaya juga,” bebernya.
Sesuai dengan slogannya connecting happines, JNE berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan termasuk bagi masyarakat yang tinggal di pulau terluar. Kemajuan teknologi turut mempengaruhi perkembangan usaha hingga ke pulau terpencil.
Ia menyebutkan, pelanggan dari pulau biasanya memesan jenis pakaian, sepatu dan lainnya dari Batam untuk dijual kembali di pulau.
Tentu ketepatan waktu pengantaran sangat penting. Karena ini menyangkut usaha mereka.
“Paling banyak itu pakaian. Jadi kalau cepat barang datang, mereka juga senang karena langsung bisa dijual. Kami senang pelayanan ini memberikan manfaat bagi pengembangan ekonomi warga pulau,” ungkapnya.
Petugas PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Express Batam saat mengantarkan paket di Pulau Belakangpadang yang berbatasan langsung dengan Negara Singapura. Foto: Yulitavia/batampos.co.id
Head Sales JNE Batam, Husrin, menuturkan, di tengah pandemi Covid-19 pertumbuhan pelaku usaha kecil menengah (UKM) mengalami peningkatan.
Berbagai usaha mulai bermunculan mengikuti tren yang terjadi di tengah kesulitan ekonomi yang masih tergerus karena pandemi.
Munculnya berbagai bisnis maupun usaha menjadi tantangan bagi JNE untuk lebih dekat dengan pelaku usaha.
Di awal pandemi melanda, lanjutnya proses pengiriman barang baik dari luar maupun ke Batam mengalami penurunan. Hal ini tidak terlepas dari turunnya daya beli masyarakat.
Berbagai usaha baik makanan, pakaian, oleh-oleh, hingga peralatan elektronik mengalami masa sulit. Banyak pelaku usaha yang menutup usaha bahkan mengurangi karyawan mereka.
JNE melalui program AM PM hadir untuk membantu pelaku usaha dan mendorong memajukan UKM yang merupakan salah satu penyangga ekonomi nasional.
Program AM PM ditujukan bagi mereka yang ingin melakukan pengiriman di seluruh Kota Batam. Program ini dirancang untuk memudahkan pelaku usaha dalam melayani permintaan lokal Batam.
Melalui program ini pelaku usaha bisa mengirimkan paket sebelum pukul 12.00 AM dan akan tiba di alamat penerima sebelum pukul 12.00 PM.
“Jadi kirim paket sampai di hari yang sama. Pengirim hanya dikenakan biaya Rp 7 ribu. Program ini bisa menunjang kemajuan industri rumahan yang tengah menjamur saat ini,” terangnya.
JNE lanjutnya terus meningkatkan pelayanan untuk menjangkau pelayanan hingga pulau terluar sekaligus.
Sudah satu tahun ini, JNE hadir di Pulau Belakangpadang untuk melayani warga yang tinggal di lima pulau lainnya.
“Untuk membantu mereka yang tinggal di pulau kami punya layanan City to City (CTC). Jadi kirim hari ini, besok sudah sampai. Jadi mereka tetap di rumah, namun paket mereka terkirim dengan baik,” beber Husrin
Husrin melanjutkan, pihaknya menawarkan request pickup JNE Express. Layanan ini memudahkan seller yang tidak memiliki waktu untuk mengantarkan paket ke agen.
Selain itu, saat ini banyak orang yang mengurangi aktivitas di luar rumah, akibat pandemi. Layanan ini diharapkan memudahkan seller tentunya.
“Kami juga melihat kondisi dan memahami kebutuhan pelanggan. Jadi mereka bisa minta barangnya dijemput dan itu gratis. Layanan ini cukup banyak peminatnya, dan ini kemudahan yang kami berikan agar pelanggan JNE tetap loyal dan berkembang bersama kami,” ujar Husrin.
Sebagai perusahaan yang sudah berada di Batam sejak tahun 1999. Peningkatan pelayanan sangat penting, termasuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Sebab permintaaan dari pelanggan ini berbeda-beda.
“Jadi kami bekerja sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Seperti AM PM ini, pastinya sangat dibutuhkan pelaku usaha dan pembeli lokal,” terangnya.
JNE ingin menjadi mitra yang pertama kali dipikirkan masyarakat dalam urusan jasa pengiriman. Kini, lebih kurang 4 ribu pemegang kartu JLC, angka ini belum termasuk pelanggan lainnya.
JNE lanjutnya terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat. Termasuk dengan mengikuti tren dan kondisi saat ini yang masih dalam pandemi Covid-19. Progam AM PM dinilai sangat pas untuk masyarakat yang tengah menggarap bisnis dalam kota. Pengantaran yang cepat serta ongkos kirim yang murah menjadi alasan program ini cukup diminati saat ini.
Begitu juga dengan pecinta ikan cupang. Sekarang JNE sudah melayani pengiriman ikan cupang ke luar Batam.
“Dengan pengiriman yang cepat dan penanganan khusus, pecinta ikan hias bisa manfaatkan layanan khusus ini untuk menunjang aktivitas bisnis ikan cupang,” tambahnya.
JNE berkomitmen untuk mendorong kemajuan usaha masyarakat. Tidak hanya sebagai jasa pengiriman, memenuhi kebutuhan pelanggan JNE merupakan prioritas. Kebahagiaan pelanggan merupakan kepuasan bagi perusahaan yang memiliki 450 karyawan ini.
“Kami siap melayani pelanggan JNE di Kepri. Kebahagiaan pelanggan adalah prioritas kami, termasuk yang tinggal di pulau,” ucapnya bangga.(*) #jne #jne30tahun #connectinghappiness #30tahunbahagiabersama