batampos.co.id – Perkembangan kasus positif Covid-19 di Kota Batam mendekati lima ribu kasus dan saat ini berada di angka 4.951 orang penderita. Jelang pergantian tahun, penambahan kasus belum bisa dihentikan. Berdasarkan data terbaru, total pasien yang sembuh sebanyak 4.430, meninggal 130 orang, dan masih dalam perawatan 391 orang.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan salah satu upaya untuk mengendalikan penyebaran virus Covid-19 adalah meniadakan acara pergantian tahun. Ia menyebut, semua usulan acara yang bisa menimbulkan keramaian, tidak boleh digelar. Hal ini adalah upaya untuk mengendalikan kondisi saat ini, karena masih dalam pandemi Covid-19.

”Memang ada kekhawatiran penambahan kasus jelang akhir tahun, makanya semua kegiatan yang berpotensi keramaian ditiadakan,” ujarnya, Rabu (30/12).

Saat ini, semua daerah tengah menunggu kedatangan vaksin dari pusat. Diharapkan, dengan adanya vaksinasi tersebut, bisa menghentikan penambahan kasus positif. ”Makanya ini yang lagi diupayakan, tenaga medis sudah siap, tinggal vaksin datang saja,” ucapnya.

Ketua Bidang Kesehatan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan penemuan kasus virus corona yang bermutasi hingga saat ini belum ditemukan di Batam. Terlebih, pemerintah sudah memberlakukan larangan bagi warga negara Indonesia (WNI) maupun asing dari Inggris yang banyak ditemukan kasus Covid-19 dengan mutasi virus corona, untuk masuk ke Indonesia.

”Ini upaya dan langkah cepat untuk memutus penyebaran virus yang dinilai lebih berbahaya dari virus yang berasal asal Wuhan yang pertama kali ditemukan awal tahun ini,” kata Didi.

Singapura, lanjutnya, juga sudah melakukan penyisiran terhadap kontak erat, dan langsung mengambil tindakan untuk memutus mata rantai penyebaran, terutama orang yang kontak langsung dengan pasien yang diketahui baru kembali dari Inggris tersebut.

”Belum diketahui apakah virus ini sudah masuk ke Indonesia atau seperti apa. Kami juga masih menunggu konfirmasi dari pusat terkait virus Covid-19 yang bermutasi ini,” jelasnya.(jpg)