batampos.co.id – Pekerja dan Manajemen Medco melalui Medco Foundation terus mendukung upaya mencerdaskan generasi bangsa di tengah Pandemi Covid-19 dengan program “Gerakan 1000 Gawai bagi Anak Negeri” melalui penyaluran 200 gawai untuk siswa di Kepulauan Anambas.

Relations & Security Medco E&P Drajat Panjawi mengatakan, sebagai perusahaan yang beroperasi di Anambas, Medco merupakan bagian dari masyarakat. Bantuan itu merupakan bentuk kepedulian perusahaan dan pekerja dalam upaya menghadapi pandemi.

“Kami berharap kita dapat melewati tantangan ini,” ucapnya, Kamis (31/12/2020).

Mulyana seorang petanii Anambas, yang memiliki tiga anak yang sekolah dan mendapat bantuan gawai dari Medco Foundation.
(Foto: ist untuk batampos.co.id)

Lanjut dia lagi mengutarakan, gawai bagi anak petani di desa-desa Kabupaten Kepulauan Anambas, masih merupakan barang mewah. “Maka, sejak pandemi Covid-19 yang mengubah pola pembelajaran siswa di sekolah dari tatap muka menjadi jarak jauh, menambah kesulitan hidup bagi siswa dan orangtua,” jelasnya.

Sementara itu, Mulyana seorang petani sederhana di Anambas, yang memiliki tiga anak namun tidak punya gawai, merasa bersyukur dengan bantuan tersebut. Sebab, selama belajar online, anaknya terpaksa menumpang dengan temannya..

”Saya punya tiga anak yang sekolah. Jadi supaya bisa belajar, mereka harus menumpang dengan temannya,” ujar orangtua dari Fatwa Alfianti, siswa SD yang mendapat gawai dari “Gerakan 1000 Gawai bagi Anak Negeri’ hasil donasi Pekerja & Manajemen Medco Group.

Kondisi itu juga dialami oleh Nurmi, orang tua dari Kurniawan, siswa SD. “Saya punya anak tiga, tapi tidak punya gawai. Jadi mereka harus menumpang dengan teman untuk belajar,” ungkapnya sambil tersenyum setelah mengetahui anaknya menerima bantuan gawai dari pekerja Medco Group.

Begitu juga orangtua dari Andriyanto, Uniati, orang tua dari Muhammad Rizky, Suriati, orangtua dari Suyatun Nisa, yang semuanya bekerja sebagai petani ini. Mereka sangat sedih melihat anaknya harus menumpang belajar dengan teman. Namun kini mereka bisa tersenyum.

“Alhamdulillah, anak kami mendapat bantuan gawai. Semoga sekolah anak kami tidak berhenti sampai SD. Saya ingin, dia sekolah lebih tinggi,” ujar ayah dari Andriyanto. (*/fai)