batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, rencana pemerintah pusat yang akan melakukan penutupan seluruh pintu masuk bagi warga negara asing (WNA) ke Indonesia mulai 1 hingga 14 Januari 2021 mendatang, tidak akan berdampak bagi perekonomian di Batam.

”Kan sudah ditutup sejak beberapa bulan lalu, jadi tak ada masalah. Karena sudah mau setahun juga tak ada wisman (wisatawan mancanegara) masuk ke sini (Batam,red),” ujarnya, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Rudi menyebutkan, sejauh ini meskipun sudah dibuka sejak Oktober lalu, nyatanya
yang datang hanya hitungan jari, dan tidak banyak yang memanfaatkan fasilitas Travel
Corridor Arrangement (TCA).

”Sudah dibuka (pintu masuk, red) tapi yang datang juga tak banyak. Jadi kalau ada larangan baru, saya rasa kita semua terbiasa dengan kondisi saat ini. Jadi tak ngaruh,” sebutnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Saat ini, lanjut, Batam hanya mengandalkan wisatawan Nusantara (wisnus). Berbagai
kebijakan diambil untuk mempermudah kunjungan wisnus ke Batam.

Termasuk tidak menerapkan rapid test antigen bagi pendatang ke Batam.

”Jadi yang kita harapkan saat ini adalah kunjungan wisnus. Kalau wisman menunggu kondisi normallah, dan dibuka kembali pintu masuknya,” ujarnya.

Menurutnya, pandemi masih belum usai. Apalagi kondisi diperparah dengan adanya informasi mutasi virus Covid-19 yang sudah ditemukan di Singapura, yang notabene berbatasan langsung dengan Batam.

”Karena adanya penemuan ini, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menutup pintu masuk bagi wisman,” imbuhnya.(jpg)