batampos.co.id – Pemko Batam mewanti-wanti unsur kepala
sekolah dan guru di Batam agar tidak bermain-main dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengingatkan pihak sekolah untuk berhati-hati dalam menggunakan dana BOS.

Pengelolaan dana BOS harus sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

”Saya pesan betul soal ini. Jangan sampai ada yang tersandung kasus karena tidak benar mengelola dana BOS,” kata Rudi, saat menggelar pertemuan dengan kepala sekolah dan guru di Engku
Putri, belum lama ini seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Rudi mengatakan, meskipun saat ini pengelolaan dana BOS
sudah nontunai, ia tetap ingin bendahara di sekolah bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ilustrasi

”Saya hanya ingin bapak dan ibu sekalian tidak mendapatkan masalah atau tersandung kasus hukum. Ini penting saya ingatkan, saya ingin bapak dan ibu selamat,” pesannya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan, menyebutkan, setiap tahun Batam mendapatkan kurang lebih Rp 100 miliar dana BOS.

Angka ini hanya untuk sekolah negeri, belum termasuk sekolah swasta.

”Dana ini kan tergantung jumlah siswa, untuk Batam jumlah siswa mencapai seribu lebih dengan total dana mencapai Rp 100 miliar,” sebutnya.

Dana yang cukup besar nilainya ini, tentu harus dikelola dengan baik sesuai dengan penggunaanya.

Bendahara sekolah yang notabene berlatar belakang guru dan bukan dari akuntansi, diharapkan tetap dapat mengelola dana
ini dengan baik dan tidak lari dari juknis yang sudah ada.

”Pak Wali ingin pihak yang mengelola dana BOS ini benar-benar menjalankan sesuai penggunaannya,” sebutnya.

Hal ini, sambung Hendri, terus menjadi perhatian Wali Kota Batam, agar ke depan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di sekolah juga harus ditingkatkan.

”Makanya semua diingatkan betul soal pengelolaan dana BOS,” tutupnya.(jpg)