batampos.co.id – Tujuh unit rumah warga Pelantar Tanjung Uma RT 02/03, Lubuk Baja, dihantam tongkang, Jumat (1/1/2021) sore. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya saja lima rumah rusak berat, dan dua rumah rusak ringan.

Kasat Polair Polresta Barelang, AKP Syaiful Badawi, mengatakan,
tongkang yang sedang lego jangkar terbawa arus dan angin kencang, hingga menabrak rumah warga.


”Seharian ini (kemarin, red) hujan dan angin kencang. Tongkang itu kosong, jadi gampang terbawa arus sama angin kencang,” ungkapnya seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Badawi menjelaskan, sebelum terseret arus dan angin kencang,
tongkang tersebut tengah lego jangkar di kawasan perairan Har-
bour Bay, Batu Ampar.

Selain itu, saat kejadian tak satupun Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di tongkang.

”Sudah lama tongkang itu lego jangkar di sana (perairan kawasan Harbour Bay). Dan, terseret sangat jauh,” terangnya.

Warga mengumpulkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan setelah  tongkang menabrak kediaman mereka. Tongkang menabrak rumah warga Pelantar Tanjunguma RT 02/ RW 03, Lubukbaja, Jumat (1/1/2021) sore. Peristiwa ini menyebabkan lima rumah rusak berat dan dua rusak ringan. Foto: Cecep Mulyanan/Batam Pos

Saat ini pihaknya tengah mengevakuasi tongkang tersebut. Rencananya, kapal tersebut kembali ditarik ke perairan Harbour Bay.

”Evakuasinya butuh waktu, karena akan ditarik beberapa tugboat ke lokasi awal. Cuaca juga tidak mendukung,” tuturnya.

Selain itu, sambung Badawi, pihaknya bersama pihak kecamatan tengah memanggil agen maupun pemilik tongkang.

”Nanti akan dibicarakan, apakah ganti rugi atau gimana. Sekarang fokus ke evakuasi tongkang dan pendataan
warga ini (korban, red),” katanya

Dengan kejadian ini, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama yang berada di pesisir pantai.

”Cuaca sangat buruk. Kepada masyarakat yang berencana untuk melaut juga diundur saja sampai cuaca membaik,” imbuhnya.

Sementara itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam langsung
menurunkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu warga RT 02/03 Tanjung Uma yang rumahnya ditabrak kapal tongkang, kemarin.

Kepala Dinsos Kota Batam, Hasyimah, mengatakan, pihak
Tagana langsung turun ke lokasi usai mendapatkan informasi adanya rumah warga yang rusak akibat ditabrak kapal tongkang.

Bantuan kemanusian diberikan kepada para korban.

”Informasinya karena cuaca, sehingga kapal lepas dari tambatan dan kemudian menabrak rumah warga,” ujarnya.

Terkait korban bencana ini, lanjutnya, pihaknya masih menindaklanjuti, khususnya dalam memberikan bantuan kepada para korban yang rumahnya hancur tersebut.

”Lagi ditindaklanjuti. Tentunya diajukan terlebih dahulu,” jelasnya.(jpg)