batampos.co.id – Sebagian wilayah Johor, Malaysia, berubah bak sungai. Banjir parah menenggelamkan permukiman warga. Sebagian bangunan hanya tampak atapnya. Sabtu malam (2/1) sekitar 1.780 orang dievakuasi. Jumlah itu naik menjadi 6.557 orang Minggu sore (3/1).

’’Mersing dan Pontian adalah distrik terbaru yang terdampak banjir,’’ ujar Ketua Komite Lingkungan dan Kesehatan Johor R. Vidyananthan seperti dikutip Channel News Asia. Awalnya banjir terjadi di Kluang, Kota Tinggi, Johor Bahru, Kulai, dan Batu Pahat. Saat ini ada 56 pusat bantuan yang dibuka di Johor. Sebanyak 28 di antaranya bersifat sementara.

Sebagian wilayah Johor, Malaysia, berubah bak sungai. Banjir telah menenggelamkan permukiman warga. (Straits Times)

Banjir bandang akibat hujan deras itu telah merenggut satu nyawa di Distrik Kluang. Mobil yang dikendarai Rajihan Junaidi terseret arus air di Jalan Batu Pahat-Mersing pada Sabtu malam. Pria 28 tahun itu bisa memecahkan kaca mobil dan mengeluarkan istrinya, Khairunnisa Ibrahim. Sayangnya, nyawanya sendiri justru tidak selamat.

’’Mobil Proton Waja yang dikendarainya terseret arus yang kuat ke sisi kanan jalan,’’ ujar Kepala Polisi Distrik Kluang Low Hang Seng.

Banjir juga membuat beberapa ruas jalan tol ditutup. Itu mengakibatkan penumpukan di pintu masuk maupun keluar. Para pengendara diminta putar balik. Pemerintah juga memberikan imbauan agar para pengendara mengecek situasi terkini. Mereka disarankan tidak menerjang banjir dan membahayakan diri sendiri.

’’Berhati-hatilah pada musim banjir ini. Jika tidak ada perlu apa-apa, tinggal di rumah saja,’’ tegas Direktur Departemen Penegakan dan Investigasi Lalu Lintas Bukit Aman Datuk Azisman Alias kepada Malay Mail.(jpg)