batampos.co.id – Pemko Batam mulai menerapkan uji coba pembukaan sekolah tatap muka di hinterland, Senin (4/1/2021) hari ini.

Rencananya, belajar tatap muka itu akan digelar selama dua bulan ke depan. Kepala SDN 01 Belakang Padang, Nuraini Nasrun, mengatakan, untuk tahap awal ini, siswa dibagi menjadi dua sif.


Hal ini sesuai arahan Wali Kota dan Dinas Pendidikan Batam.

”Jadi, dibagi jumlah siswanya agar tidak ramai dan duduknya diatur sesuai jarak yang ditentukan, yaitu 1,5 meter,” kata dia, Minggu (3/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ia menjelaskan, siswa kelas 1-3 masuk pukul 07.30 WIB. Mereka
hanya belajar selama kurang lebih 1,5 jam atau 90 menit.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, saat melakukan pertemuan dengan para kepala sekolah se-Kota Batam yang berada di kawasan maindland. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Sedangkan untuk siswa kelas 4-6, belajar di jam berikutnya selama kurang lebih dua jam.

”Jam belajar waktunya tidak terlalu lama, karena ini masih uji coba. Jadi dipersingkat waktunya. Dan tidak ada jam istirahat serta mata pelajaran olahraga,” ujarnya.

Nuraini menambahkan, bersama komite sekolah, pihaknya sepakat untuk membuka sekolah tatap muka di semester genap ini.

Peralatan pendukung penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti tempat cuci tangan dan penyediaan hand sanitizer sudah tersedia.

Siswa juga diwajibkan untuk mengenakan masker selama belajar di sekolah.

”Baik siswa dan murid, semuanya dari Belakang Padang, jadi tidak ada yang dari Batam,” harapnya.

Dinas Pendidikan Batam menetapkan 103 sekolah akan menyelenggarakan sekolah tatap muka.

Semua sekolah tatap muka untuk tahap awal ini akan digelar di tiga kecamatan di wilayah hinterland dan dua sekolah di kecamatan mainland yang berada di pulau pesisir.

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, mengatakan sistem belajar tatap muka akan digelar penuh di tiga kecamatan pesisir yaitu Belakang Padang, Bulang, Galang, dan dua kecamatan perkotaan yakni Sekupang dan Nongsa.

”Ada dua kelurahan di mainland yang secara posisi masuk dalam wilayah hinterland, yaitu Ngenang di Kecamatan Nongsa dan Pulau Seraya di Kecamatan Sekupang. Jadi, total ada 103 sekolah,” kata dia.

Hendri menjelaskan, protkes harus dijalankan dengan memastikan penyediaan hand sanitizer, pengecekan suhu, penggunaan masker, serta mengatur jarak tempat duduk siswa.

Guru harus memperhatikan hal ini, demi kenyamanan dan keselamatan siswa selama belajar tatap muka.(jpg)