batampos.co.id – Wilayah Batam sedang dilanda musim angin utara, dimana tiupan angin berembus kencang dari utara ke selatan.

Akibatnya, di sepanjang bibir pantai di wilayah Nongsa, banyak kotoran berupa sampah dan rumput laut mati yang ikut menepi usai terbawa arus.

Selain kotoran, bibir pantai yang sebagian jadi kawasan resort tersebut, juga dicemari limbah minyak (sludge oil), Minggu (3/1/2021).

Limbah minyak tersebut diduga berasal dari pembuangan limbah kapal-kapal yang melakukan tank cleaning di tengah laut dan terbawa arus hingga ke bibir pantai.

Kondisi yang rutin terjadi saban tahun ini, sangat menganggu.
Terutama, bagi masyarakat yang hendak menghabiskan waktu
di pinggir pantai.

Ilustrasi. Limbah minyak bekas di bibir pantai di kawasan Nongsa. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Aang, warga Batam Center yang berkunjung ke pantai Nongsa, cukup risih melihat pemandangan tersebut.

Sebab, pantai yang biasanya bersih, terlihat sangat kotor.

“Hampit sepanjang laut banyak rumput laut mati. Ada limbah minyaknya juga,” kata Aang kepada Batam Pos, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Hal senada dikatakan Koordinator Operasional Pantai Palm Springs, Doddy. Kondisi pantai terlihat mulai kotor sejak beberapa hari lalu.

Kotornya pantai tak hanya karena lumpur laut, namun juga limbah minyak.

“Pantai jadi kotor dan menganggu, terutama untuk tamu kami,” kata Doddy.

Menurut dia, jika kondisi pantai kotor hanya karena rumput laut, pihaknya bisa dengan mudah menanganinya. Namun, jika karena limbah minyak, hal itu cukup sulit ditangani.

“Kami sudah menghubungi Dinas Lingkungan Hidup (DLH),
semoga besok cepat ditangani,” imbuh Doddy.

Dikatakan Doddy, kondisi pantai yang dicemari limbah minyak sudah cukup lama tak terjadi.

“Dulu memang pernah ada, tapi sudah lama. Sekarang ada lagi, “ terangnya.(jpg)