batampos.co.id – Para pelajar yang memiliki rencana masuk ke Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) maupun sekolah kedinasan lainnya diharapkan untuk tidak ikut dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggu Negeri (SNMPTN) maupun Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN). Sebab, itu akan menutup kesempatan peserta yang lain.

“Jadi ada pengertian sedikit dari kawan-kawan yang inginnya di kedinasan tidak perlu ambil SNMPTN lah, kasihan mereka yang lainnya,” kata Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mohammad Nasih dalam Peluncuran SNMPTN dan UTBK-SBMPTN Tahun 2021 secara virtual, Senin (4/1).

Begitu juga para pelajar yang hendak melanjutkan studinya ke luar negeri, ada baiknya mereka tidak ikut seleksi PTN. Soalnya, apabila mereka mendaftar dan diterima, namun tidak jadi karena memilih sekolah di luar negeri, hal itu sama saja dengan membuang kesempatan yang harusnya didapatkan orang lain.

“Kasihan kalau nanti sudah diterima kemudian keluar, kami tidak bisa menggantikannya dan atau kawan-kawan yang sebeneranya bisa dimasukkan itu kemudian berakibat gagal,” jelas dia.

Apabila, peserta dengan tujuan STAN atau sekolah kedinasan itu keluar ketika telah diterima SNMPTN atau SBMPTN. Hal itu akan memberikan kerugian.

Bukan hanya bagi peserta yang tidak dapat masuk akibat tidak cukupnya kuota. Namun juga pihak kampus yang harusnya kuota dapat terisi penuh, karena ada yang keluar jadi terdapat bangku kosong.

“Tentu kami merasa dirugikan di perguruan tinggi, karena disaat sudah masuk ternyata kami ditinggal pergi begitu saja, sehingga akan berdampak pada proses lanjutannya,” tutup dia.(jpg)