batampos.co.id – Sebanyak 3.210 jiwa di Tanjungpinang terdampak akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi pada Sabtu (2/1) kemarin, saat ini sudah ditampung di tempat pengungsian.

Kepala BPBD Kota Tanjungpinang, Dedy Syufri Yusja mengatakan sebanyak 3.210 jiwa dari perumahan yang terdampak akibat banjir dan longsor dari tiga kecamatan di Tanjungpinang. Saat ini tersedia 14 titik pengungsian di Tanjungpinang untuk menampung warga tersebut.

”Hampir semua kecamatan, Kecuali Tanjungpinang Kota, hanya terjadi keretakan jalan dekat Kafe Manabu,” katanya.

Petugas mengevakusi warga yang terdampak banjir di Tanjungpinang, Sabtu (2/1). (ist)

Dedy menjelaskan untuk kawasan paling parah akibat banjir adalah di Batu 13 dan sudah dilakukan pembersihan, sedangkan untuk longsor yaitu Jalan Cendrawasih Pembakaran Mayat Batu IX terdapat 10 rumah, namun hanya rumah yang terbilang parah.

”Hari ini kita sudah mulai lakukan pembersihan pasca bencana, penyediaan air bersih dan bantuan juga sudah disalurkan seperti selimut dan pakaian sedangkan untuk pangan ditangani oleh Dinsos,” ujarnya.

Hingga saat ini, Kata Dedy pihaknya belum mendata jumlah kerugian dan rumah yang terdampak banjir sedangkan untuk longsor di Tanjungpinang terjadi di 20 titik.

Menurutnya penyebab banjir itu selain pasang air laut yaitu kondisi perumahan yang dibangun di daerah resapan air yang ditimbun dan dijadikan perumahan, jika sudah memiliki izin yang jelas pihak developer seharusnya menimbun lokasi itu lebih tinggi agar lebih aman saat banjir.

Penyebab lainnya adalah kondisi sungai yang dangkal dan drainase yang kecil sehingga tidak mampu menampung debit air dan pasang.

”Perumahan pada daerah timbunan ini kita khawatirkan terjadi keretakan pada pondasi rumah,” ungkapnya.

Untuk sementara karena cuaca belum stabil, BPBD sudah menyampaikan kepada pihak lurah untuk disampaikan kepada warga agar berhati-hati saat hujan lebat, walaupun berdasarkan informasi dari BMKG curah hujan tertinggi terjadi pada Minggu (3/1) kemarin.

”Kita sudah sediakan tujuh posko untuk memantau kondisi warga yang sedang mengungsi,” tambahnya.

Tidak Ada Korban Jiwa

Sementara itu, terkait informasi yang beredar bahwa atas bencana banjir dan longsor di Tanjungpinang yang menimbulkan banyak korban jiwa, Dedy Syufri Yusja membantah bahwa berita tersebut tidak benar.

”Hingga hari ini, detik ini di Tanjungpinang belum ada korban jiwa,” kata Dedy, Senin (4/1).

Dikatakan Dedy seperti foto yang beredar banyak korban jiwa, ada mobil terjatuh yang menimbulkan korban, bahkan buaya itu tidak terjadi di Tanjungpinang. ”Semua itu tidak benar, informasinya mobil jatuh itu terjadi di Malaysia,” ujarnya

Dedy meminta kepada masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya, serta diimbau agar tidak menyebar foto-foto atau informasi dengan sumber tidak jelas baik di media sosial ataupun aplikasi whatsapp.

”Itu berbahaya bisa membuat masyarakat ketakutan, kami imbau jangan menyebar informasi tidak benar,” imbaunya.

Dedy mengaku banyak berita hoaks yang beredar saat itu, ia juga mendengar informasi itu dari temannya yang berada di Riau, Pekan Baru bahwa di Tanjungpinang sudah sangat parah bahkan terlihat seperti lautan. ”Informasi itu saya bantah, itu tidak benar,” tegasnya.(*/jpg)