batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat, terjadi kenaikan jumlah warga miskin di Batam.

Namun, dari sisi persentase, jumlahnya menurun dibanding tahun sebelumnya.

Dari hasil survei BPS, angka kemiskinan tercatat sebesar 4,75 persen atau setara dengan 67,06 ribu orang pada Maret 2020.

Sementara, angka kemiskinan yang tercatat pada Maret 2019, sebanyak 66,21 ribu orang atau 4,85 persen.

”Dari sisi jumlah, penduduk miskin bertambah 0,85 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2019 yang sebesar 66,21 ribu orang,” ujar Kepala BPS Kota Batam, Rahmad Iswanto, Selasa (5/1/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Dijelaskannya, penurunan persentase penduduk miskin salah satunya dipengaruhi tinggi atau rendahnya kenaikan Garis Kemiskinan.

ilustrasi

Garis Kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk mengelompokkan penduduk menjadi miskin atau tidak miskin.

”Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan,” ujar Rahmad.

Garis Kemiskinan Kota Batam pada Maret 2020 sebesar Rp
707.856 per kapita per bulan.

Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang besarnya Rp
686.956 per kapita per bulan.

Persentase kenaikan tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan kenaikan Garis Kemiskinan pada periode Maret 2018-Maret 2019, dimana terjadi kenaikan 1,35 persen atau dari Rp 650.406 per kapita per bulan pada Maret 2018 menjadi Rp 659.170 per kapita per bulan pada Maret 2019.

”Keadaan ini menggambarkan, bahwa terjadi penurunan tingkat kesejahteraan penduduk Kota Batam secara umum pada Maret 2020 ini dibanding dari tahun sebelumnya. Sehingga, meskipun persentase penduduk miskin mengalami penurunan, akan tetapi jumlah penduduk miskinnya cenderung meningkat,” ungkap Rahmad.(jpg)