batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, kebijakan untuk menggelar belajar tatap muka di sekolah-sekolah di wilayah mainland atau pulau utama Batam, diserahkan kepada pihak sekolah.

Jika sekolah bertekad menggelar belajar tatap muka, maka
sekolah harus memenuhi syarat berdasarkan surat keputusan
bersama (SKB) 4 menteri yang sudah ada.

”Kalau tidak dimulai, kapan lagi kita bisa keluar dari keadaan ini. Makanya saya tegaskan dari awal, (perlu) persetujuan orangtua, komite, dan pihak sekolah harus ada dulu. Ini syarat mutlak yang harus dipenuhi, agar tidak ada masalah,” kata Rudi, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos, Selasa (5/1/2021).

Rudi mengatakan, di tengah penambahan kasus yang masih terus terjadi, pembukaan sekolah memang menjadi tantangan bagi Pemko Batam, utamanya Dinas Pendidikan (Disdik) yang membawahi sekolah.

”Makanya saya bilang tadi, kesiapan sekolah yang paling utama. Kalau mampu silakan dibuka, tapi nanti kalau ada kasus, jangan salahkan saya, karena dari awal semua harus memenuhi protokol kesehatan dan mampu menyelenggarakan belajar tatap muka,” ungkapnya.

Ilustrasi belajr tatap muka. (Aspri/Antara)

Ia menyebut, Pemko Batam akan mengawasi jalannya belajar tatap muka.

”Kita memastikan peserta didik ini belajar dengan baik dan aman.
Sekarang kasus masih terus bertambah, meskipun jumlahnya turun. Jadi persiapan dan teknisnya yang harus dipenuhi dulu,” tegasnya.

Rudi mengaku, pertemuan dengan guru dan kepala sekolah beberapa waktu lalu, untuk mendengarkan masukan, harapan, serta kesiapan sekolah di mainland untuk kembali belajar tatap muka.

”Hasilnya, mereka sebenarnya sudah sangat ingin kembali ke sekolah, namun karena pandemi, jadi belum bisa terlaksana. Makanya perlu peran Disdik untuk memastikan sekolah memenuhi syarat yang sudah ditentukan itu,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudyaan (Mendikbud) telah mengumumkan diperbolehkannya kegiatan belajar tatap muka untuk kembali digelar pada awal 2021 ini.

Kebijakan ini berdasarkan keputusan bersama empat menteri, yakni Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri.

Pemko Batam sendiri juga memutuskan kembali membuka sistem belajar tatap muka untuk sekolah yang berada di hinterland terhitung mulai Senin (4/1/2021) kemarin.

Sementara untuk mainland, Pemko Batam juga memperbolehkan digelar belajar tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat serta harus mendapat persetujuan orangtua dan
komite sekolah.

Ketua Komisi IV DPRD Batam, Ides Madri, menyarankan untuk jenjang SD hingga SMP di mainland, belajar tatap muka ditunda hingga persoalan Covid-19 di Batam benar-benar selesai.

”Karena setiap hari masih ada tambahan kasus. Kita juga takut anak-anak belum bisa melakukan physical distancing (menjaga jarak),” ujar Ides, akhir pekan lalu.(jpg)