batampos.co.id – Pemko Batam menggelar Gotong Royong (goro) massal pada titik yang terdampak banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada Sabtu (9/1/2021) lalu.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid, mengatakan, hal itu merujuk hasil rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Batam dan camat se-Kota Batam, Senin (4/1/2021).

“Dilaksanakan secara serentak pada sembilan kecamatan. Setiap kecamatan maksimal 100 personil semua unsur ada di situ, seperti TNI dan Polri,” ujarnya, Selasa (5/1/2021).

Alat berat Dinas Bina Marga melakukan normalisasi di salah satu titik drainase di Kota Batam. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Kata dia, kegiatan tersebut melibatkan 100 personil dari semua unsur. Selain itu di kecamatan juga menggelar kegiatan tersendiri yang juga melibatkan masyarakat.

“Titik lain yang juga perlu goro massal kami serahkan ke kecamatan masing-masing yang mengatur,” ucap dia.

Tidak hanya goro massal tersebut, sejatinya sejak awal Pemko Batam telah menurunkan alat berat pada titik-titik yang perlu penanganan khusus yang tidak bisa ditangani secara manual.

Dalam praktiknya dipetakan sesuai skala prioritas yakni menyesuakan dengan ketersediaan alat.

“Alat berat dari Dinas Bina Marga telah dikerahkan sejak tanggal 2 Desember 2020 lalu hingga saat ini. Karena keterbatasan, diprioritaskan paling penting sebagai cotoh dekat fly over Laluan Madani depan Kantor Kanwil Pajak dan beberapa titik lain,” papar dia.

Seperti diketahui, cuaca ekstrem terjadi di awal tahun 2021. Fenomena alam ini menyebabkan banjir di sejumlah lokasi.

Tidak tinggal diam, Pemko Batam bergerak cepat. Bahkan di tengah guyuran hujan Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Amsakar Achmad turun langsung ke lapangan meninjau keadaan.(*/esa)