batampos.co.id – Langkah pemerintah untuk melakukan vaksinasi perdana pada Rabu (13/1) perlu diapresiasi. Apalagi, vaksinasi perdana itu dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Anggota Komisi IX DPR Saleh Partonan Partaonan Daulay menyebut Jokowi disuntik pertama kali adalah menjadi simbol bahwa vaksin yang disuntikkan benar-benar aman.

“Saya dengar mau disiarkan live juga. Ya tambah bagus. Biar masyarakat bisa menyaksikan,” ujar Saleh kepada wartawan, Rabu (6/1).

Gubernur Kepri Isdianto menyambut Vaksin Covid-19 yang baru tiba di Tanjungpinang,, Selasa (5/1). (humaspemprov)

Namun demikian, perlu diingat, bahwa izin edar atau emergency use authorization (EUA) vaksin ini belum dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Karena itu, menteri kesehatan didesak untuk segera berkoordinasi dengan BPOM terkait hal ini. Sebab, tidak mungkin dilakukan vaksinasi sementara izin edar daruratnya belum disetujui.

“Kalau sudah ditetapkan vaksinasi perdana tanggal 13, lalu izin edarnya keluar kapan? Apakah sudah ada kepastian akan dikeluarkan sebelum tanggal 13 itu?” tanyanya.

“Kita tentu berharap agar BPOM tetap independen dan menjaga integritas terkait EUA ini. Jangan terburu-buru untuk menguarkannya hanya karena Menkes sudah menetapkan vaksinasi perdana tanggal 13. Kalau memang belum selesai, selesaikan saja dulu dengan baik,” tambahnya.

Peranan BPOM dalam hal ini sangat penting. Mutu, manfaat, dan keamanan vaksin yang akan disuntikkan ada di tangan BPOM. Masyarakat tentu meletakkan semua keamanan dari vaksin yang ada saat ini kepada BPOM.

“Presiden pun kelihatannya pasti menunggu EUA dari BPOM. Sebagai penerima vaksin perdana, presiden pasti akan mengikuti semua aturan yang ada,” ungkapnya.(jpg)