batampos.co.id – Upaya penegahan barang ilegal oleh tim Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam selama 2020 tidak hanya pada barang yang melanggar aturan kepabeanan, tapi juga barang terlarang seperti narkotika. Hasilnya, upaya penyelundupan narkotika senilai Rp 52 miliar berhasil digagalkan sepanjang 2020.

“Kami menangani 44 kasus penyelundupan narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) selama 2020. Dari kasus tersebut, barang bukti yang diamankan nilanya Rp 52 miliar,” ujar Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Iwan Kurniawan, Rabu (6/1).

Ia menyebutkan, dari 44 kasus tersebut, pihaknya mengamankan 20.917,6 gram jenis sabu, 30.039 butir ekstasi, dan 31,7 gram ekstasi.

“Barang penindakan ini seluruhnya sudah dilimpahkan ke instansi terkait. Seperti ke BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) Kepri, Polda Kepri dan Polresta Barelang,” ujar Iwan.

Iwan menjelaskan, barang bukti yang dilimpahkan di antaranya 6.341,2 gram sabu ke BNNP Kepri. Kemudian 3.688,3 gram sabu, dan seluruh ekstasi ke Polda Kepri. Lalu, 10.888,1 gram sabu dilimpahkan ke Polresta Barelang.

“Ini wujud sinergi yang baik dan berkelanjutan antara Bea Cukai Batam, dalam hal ini Bidang P2, dengan rekan-rekan dari BNN dan Satresnarkoba Kepolisian Daerah Kepri dan Resor Barelang dalam pemberantasan narkoba yang sangat merusak kesehatan dan moral generasi bangsa,” ungkap Iwan.

Ia menambahkan, kasus terbaru yang ditangani BC Batam pada 9 Desember 2020 lalu. Pihaknya berhasil menggagalkan penyelundupan sabu di Bandara Internasional Hang Nadim. Kasus ini merupakan yang ke-44 sepanjang 2020.

Dalam penyelundupan ini, pihaknya mengamankan Maksum, warga Mandailing Natal, Sumatra Utara. Tersangka kedapatan membawa 137 gram sabu tujuan Makassar, Sulawesi Selatan.

“Kasus terakhir ini juga sudah kita limpahkan ke Polda Kepri,” ujarnya.

Selain nilai kasus yang cukup besar, yang paling penting, dari upaya penegahan narkotika tersebut, BC Batam juga berhasil menyelamatkan ribuan generasi muda dan masyarakat umum lainnya dari bahaya narkotika tersebut.

“Kami terus berkomitmen akan melakukan peningkatan pecegahan dan penindakan di 2021. Tentunya kita juga butuh dukungan informasi dari masyarakat,” ujarnya. (*/jpg)