batampos.co.id – Komisi I DPRD Batam mengaku kecewa atas ketidakhadiran dari pihak PT Moya Batam dalam rapat dengar pendapat (RDP) terkait keluhan masyarakat terhadap kenaikan air.

Rapat Dengar Pendapat itu dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Batam, Budi Mardiyanto.

Budi mengatakan pihaknya akan menjadwalkan kembali rapat bersama PT Moya agar bisa hadir dan pihaknya mendapatkan penjelasan langsung terkait tagihan air yang sangat melonjak tinggi.

“Seharusnya pihak PT Moya meski hadir dalam rapat ini, pasalnya ini menyangkut hajat hidup orang banyak bukan pribadi kita,” katanya, Kamis (7/1/2021).

Ia mengaku menyayangkan sikap manejemen PT Moya yang tidak memberikan alasan detail terkait ketidakhadiran mereka pada RDP tersebut.

Sejumlah warga Kota Batam mengantre untuk mendapatkan penjelasan oleh manajen PT Moya terkait membengkaknya tagihan air mereka. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

“Kita akan jadwalkan kembali sehingga teman-teman PT Moya bisa hadir agar permasalahan bisa terselesaikan dengan cepat,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPRD Batam Utusan Sarumaha, meminta agar PT Moya tidak melakukan pemutusan meteran air kepada pelanggan sebelum pihaknya mendapatkan penjelasan secara lengkap.

Warga Batu Besar yang ditemui batampos.co.id di kantor SPAM Batam, Ridwan, mengatatakan, dirinya kaget saat mengetahui tagihan air yang harus dibayarnya pada Januari 2021 membengkak hingga Rp 400 ribu.

“Pemakaian sama, bulan lalu tagihan air hanya Rp 170 ribu, bulan sekarang saya harus bayar Rp 400 ribu,” ujarnya.

Ia mengatakan pemakaian air di rumah normal dan hanya untuk mandi serta mencuci baju.

“Ya saya kaget aja mas, soalnya kami pemakaian wajar, makanya saya datang ke kantor PP Moya ini untuk menanyakan penyebabnya,” tuturnya.(nto)