batampos.co.id – Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Muhamad Rudi, mengatakan, saat rapat di Komisi III perihal peralihan konsesi air dari PT ATB ke PT Moya, dirinya sudah mengingatkan kepada PT Moya untuk mengelola air dengan baik.

Sehingga, tidak meresahkan masyarakat.

”Karena, air ini dilindungi undang-undang, dan air ini juga menjadi hajat hidup orang banyak,” katanya seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ia berharap, PT Moya untuk lebih profesional. Sebab, kata Rudi, PT Moya membuat resume bahwa mereka akan lebih baik dalam pengelolaan air dari ATB.

Kantor Pusat SPAM Batam yang berada di Batam Centre. Foto: Dhiyanto/batmapos.co.id

”Kalau kenyataan seperti ini, kita jadi tanda tanya besar terhadap kinerja PT Moya, khususnya mengenai air. Saat ini tagihan air melonjak, dampaknya dirasakan oleh masyarakat Batam. Ini yang tidak saya inginkan,” tegasnya.

Untuk itu, ia meminta Kepala BP Batam dan Deputi yang membidangi air di BP Batam serta PT Moya, untuk menghitung kembali tagihan air masyarakat.

”Jika kita lihat, ini menyeluruh, bukan satu tempat saja yang tagihannya membengkak,” katanya.

Untuk itu, politikus dari Partai Gerindra itu kembali menegaskan, Kepala BP Batam dan Deputi yang membidangi air untuk mengecek langsung dimana kesalahannya dan segera memperbaiki sistemnya agar tidak tejadi hal serupa di kemudian hari.

Untuk masyarakat yang tagihan airnya membengkak, Rudi menyarankan agar ditunda pembayarannya terlebih dahulu.

Sampai adanya penghitungan ulang yang dilakukan oleh PT Moya.
Sementara yang sudah bayar, Rudi meminta uang pembayaran itu dikembalikan jika terjadi kesalahan penghitungan.(jpg)