batampos.co.id – Ombudsman Kepri menaruh perhatian terhadap permasalahan yang dialami warga Batam terkait membengkaknya tagihan air dari PT Moya Indonesia.

Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Siadari, mengimbau warga yang mengalami pembengkakan tagihan air, agar menunda pembayaran.

”Jika ragu, jangan bayar. Lebih baik komplain dulu ke Moya selaku operator Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam. Karena bukan hari ini saja, bulan lalu juga terjadi,” katanya, Rabu (6/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Sebelumnya, ia sudah meminta kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku penanggung jawab SPAM Batam, untuk membuat kanal pengaduan.

”Kami sampaikan agar segera buat kanal pengaduan. Dan segera direspons. Tapi untuk masalah yang ini, jangan bayar dulu. Nanti jika sudah terbayar, susah nanti mau pengembaliannya,” paparnya.

Dalam waktu dekat, Ombudsman Kepri sudah  menjadwalkanuntuk memanggil BP Batam dan Moya untuk mendengarkan paparannya.

Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Siadari. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

”Apakah tagihanbengkak ini  terjadi karena human error atau ada indikasi kesengajaan. Makanya kami berikan kesempatan, dan juga ke depannya agar jangan terulang lagi,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga kaget serta kesal mengetahui tagihan air bersih untuk pembayaran di bulan Januari, membengkak.

Bahkan, ada yang tagihannya naik berkali-kali lipat dibanding tagihan bulan-bulan sebelumnya.

Salah satunya dialami Muhamzani, warga Tiban, Sekupang, yang terkejut saat melihat tagihan air terakhirnya.

”Sebelumnya, cuma bayar Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu saja.
Masak sekarang sampai Rp 1,2 juta lebih,” keluhnya, Selasa (5/1/2021).

Menurut Izan, sapaan akrabnya, pemakain air di rumahnya sangat hemat, serta tidak ada kebocoran sama sekali.

”Pemakaian air itu untuk mandi sama cuci piring saja. Kalau baju di-laundry. Masak tagihannya bisa semahal itu,” tuturnya.

Sebelumnya, Corporate Comunication Manager Moya Indonesia, Astriena Veracia mengatakan, bagi pelanggan yang mengalami pembengkakan tagihan air, dipersilahkan datang ke KPP terdekat.

”Sampaikan nomor pelanggannya berapa, biar kami cek,” kata Vera.

Ia mengatakan, tagihan tinggi bukan disebabkan oleh kesalahan sistem, melainkan berasal dari tiga faktor utama.

”Ada pemakaian air yang memang meningkat, pembacaan bulan-bulan sebelumnya yang terlalu rendah mencatat atau salah baca dan terakhir ada kebocoran,” ungkapnya.

”Jika ada keluhan, bisa telepon 150155 atau datang KPP terdekat. Sampaikan keluhan dengan disertai nomor pelanggan, nama dan telepon. Nanti kami jelaskan,” ucapnya.(jpg)