batampos.co.id – Direktur PT Moya Indonesia Area Batam, Sutedi Raharjo, mengatkaan peningkatan tagihan air yang dialami sejumlah pelanggannya sudah sesuai dengan pemakaian.

“Dari hasil verifikasi di lapangan, tagihan sudah sesuai penggunaan,” ujarnya, Kamis (7/1/2021).

Bahkan kata dia, saat dilakukan pengecekan ke beberapa rumah pelanggan diketahui ada kebocoran pipa.

Hal itu lanjutnya menjadi salah satu indikator tagihan melonjak. Berdasarkan catatan pihaknya dari 282.804 pelanggan, 303 yang tagihannya mengalami lonjakan.

Tedi juga menunjukkan sejumlah bukti-bukti terkait lonjakan tagihan air pelanggan dengan memperlihatkan foto angka meter penggunaan air di rumah pelanggan.

“Kita sudah melakukan tinjauan ke lapangan dan ada beberapa hal yang memang instalasi dalamnya bocor,” terangnya.

Selain itu, menurut dia, tingginya tagihan pelanggan dikarenakan adanya pelanggan baru sehingga belum masuk dalam sistem billing.

Sejumlah warga Kota Batam mengantre untuk mendapatkan penjelasan oleh manajen PT Moya terkait membengkaknya tagihan air mereka. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

“Akibatnya tagihan yang harus dibayar mencapai dua hingga tiga bulan dan menjadi kelipatan,” tuturnya.

Ia juga menegaskan, tagihan yang disampaikan pihaknya kepada pelanggan sesuai dengan angka meter penggunaan.

Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan, Binsar Tambunan, meminta PT Moya Indonesia kembali melakukan klarifikasi terhadap 303 pelanggan yang tagihannya melonjak dua kalipat dibandingkan bulan sebelumnya.

Kata dia, saat turun ke rumah pelanggan, PT Moya diminta untuk menyarankan pemilik rumah untuk menutup semua kran air. Dengan begitu akan diketahui apakah ada kebocoran atau tidak.

“Kita minta diklarifikasi case by case, jadi bisa diketahui apa penyebabnya dan kami akan menyampaikan berdasarkan fakta dan data. Bukan berarti 300 yang naik jadi dicicil, tapi nanti pasti ada solusinya,” tuturnya.

bisa memberikan keringan kepada pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan air, melalui pola cicilan ataupun lainnya.(esa)