batampos.co.id – Jumlah pasangan yang menikah mengalami penurunan hingga 20 persen. Hal ini tidak terlepas dari pandemi Covid-19 yang menyerang sejak Maret 2020 lalu.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Zulkarnain Umar, mengatakan setiap tahun, jumlah pasangan yang menikah berkisar delapan ribu.

Namun, karena pandemi tersebut, banyak pasangan yang memilih menunda pernikahan mereka sehingga angka pernikahan di tahun lalu menurun sebanyak 20 persen.

”Kalau dilihat laporan teman-teman dari KUA se-Kota Batam, memang masa pandemi menjadi puncak penurunan pasangan yang menikah,” ujar Zulkarnain, Rabu (6/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ilustrasi. Buku Nikah. Foto: JawaPos.

Penurunan drastis terjadi periode Maret hingga Juni lalu. Saat pemberlakuan new normal atau era adaptasi kehidupan baru (AKB), serta adanya kelonggaran yang dilakukan, pengajuan pernikahan sempat kembali ramai.

Meskipun, tidak sebanyak tahun sebelumnya. Zulkarnain menambahkan, selama masa pandemi, pernikahan memang harus memperhatikan protokol kesehatan.

”Kebiasaan masyarakat kita itu untuk menikah cari tanggal
dan bulan baik, biasanya yang selaras atau tanggal cantik.
Misalnya, 2 Februari 2021 ini. Kemungkinan banyak pasangan yang akan menaikan di tanggal tersebut,” sebutnya.

Sebelum masa pandemi Covid-19, kata dia, jumlah pasangan yang menikah mencapai 7.000 hingga 8.000. Di wilayah penduduk yang lebih padat, biasanya juga paling banyak mencatatkan pernikahan warga mereka.

”Seperti Kecamatan Batam Kota, Sekupang, Sagulung, Batu Aji. Tergantung kepadatan penduduknya juga,” tutupnya.(jpg)