batampos.co.id – Hujan lebat yang turun pada Jumat (1/1/2021) dan Sabtu (2/1/2021) lalu, ternyata memberi dampak positif bagi ketersediaan air baku di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Binsar Tambunan, mengatakan, hampir seluruh waduk di Kota Batam dipenuhi air.


“Biasanya rata-rata hujan itu 20 milimeter saja, tapi kemarin tanggal 1 Januari (curah hujan,red) sampai 200 milimeter dan itu sepuluh kali lipatnya,” ujarnya, Kamis (7/1/2021).

Kemudian lanjutnya pada Jumat (2/1/2021) lalu curah hujan yang terjadi hampir mencapai 100 milimeter.

“Hujan yang terjadi dua hari itu menyebabkan waduk-waduk kita penuh. Dari sekitar 6 waduk di Batam semuanya penuh, kecuali Muka Kuning dan Duriangkang,” jelasnya.

Kata dia, waduk Muka Kuning sebelumnya minus 4 meter dari saluran pelimpah dan saat ini naik 3,5 meter.

“Artinya tinggak setengah meter lagi penuh. Duriangkang yang tadinya sudah turun di bawah 3,5 meter, sekarang hampir naik 1 meter dan sekarang tinggal 40 sentimeter,” jelasnya.

Waduk Sei Harapan. Foto diambil beberapa waktu lalu. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Meski begitu lanjutnya, banyak juga sedimentasi yang masuk ke dalam waduk.

Namun air yang mampu ditampung melebihi dari metode modifikasi cuaca yang dilakukan pada pertengahan tahun 2020 lalu.

Ia menjelaskan, elevasi air waduk Duriangkang saat ini minus 43 sentimeter. Artinya jika sudah melebihi 43 sentimeter kebutuhan air di Kota Batam, apabila tidak terjadi hujan dalam beberapa waktu, waduk Duriangkang masih memiliki stok air baku hingga 200 hari.

“Apabila digunakan dengan sistem saat ini, air di waduk Duriangkang hanya berkurang dua sentimeter setiap harinya dan stok air saat ini bisa bertahan hingga tujuh bulan ke depan,” tuturnya.

Namun menurutnya, hampir setiap bulan Kota Batam selalu ada hujan dan musim hujan di Kota Batam kerap terjadi pada akhir tahun dan April hingga Mei.

Dengan begitu, pihaknya berharap dengan kondisi tersebut sumber air baku di Batam akan mampu bertahan hingga satu tahun depan.

Kepala BMKG Klas I Hang Nadim Batam, Addi Setiadi, mengatakan pada awal tahun kemarin hujan yang turun di Kota Batam masuk dalam kategori ekstrem.

“Curah hujan yang tercatat di BMKG Hang Nadim Batam pada 1 Januari 2021 itu mencapai 192,1 milimeter dan itu masuk dalam kategori ekstrem,” jelasnya.

Ia menjelaskan, curah hujan ringan volumenya 5 hingga 20 milimeter per hari. Sementara hujan sedang 20 sampai dengan 50 milimeter dan hujan ekstrem di atas 150 milimeter.

“Jadi kemarin itu sudah termasuk ekstrem di Batam,” jelasnya.(esa)