batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap seluruh masyarakat Indonesia bisa semuanya divaksinasi. Sebab jika menolak, hal ini akan merugikan dri sendiri dan orang lain.

“Kalau ada yang tidak mau divaksin tidak hanya merugikan diri sendiri tapi orang lain. Vaksinasi ini sepertu bayi imunisasi saja,” ujar Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan saat memberikan bantuan modal kerja di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/1).

Adapun pemerintah mewacanakan menyuntik vaksin kepada 181 juta masyarakat Indonesia. Natinya masyarakat Indonesia bakal dua kali mendapatkan vaksin Covid-19 ini.

Jokowi menambahkan, jika nantinya vaksinasi sudah dimulai pada 13 Januari 2021 mendatang. Kemudian pemerintah terus melakukan vaksinasi tersebut maka keadaan akan berangsur-angsur membaik.

“Insya Allah kembali keadaan normal karena minggu depan ini vaksinasi,” katanya.

Jokowi menuturkan dirinya yang bakal disuntik pertama kali setelah itu para petugas medis. Barulah nantinya masyarakat yang bakal menyusul dilakukan vaksinasi Covid-19 tersebut.

“Saya yang dimulai disuntik pertama, dokter-dokter dan selanjutnya masyarakat. Nanti Januari disuntik 5,8 juta total nantinya yang disuntik 182 juta, 2 kali. Jadi kalau disuntik 2 kali berarti vaksinya butuh hampir 400 juta disuntik untuk kebutuhan vaksinya,” katanya.

Lebih lanjut, Jokowi juga berpesan, setelah nantinya divaksinasi tersebut, masyarakat diharapkan tetap melakukan protokol kesehatan 3M yakni mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker.

“Harus disiplin. jangan ke tempat berkerumun banyak orang, itu akan sangat mengurangi, kalau yang divaksin sudah 182 juta itu 70 persen dari penduduk indonesia terjadi kekebalan komunal, Insya Allah Covid-19 bisa disetop,” pungkasnya.

Diketahui, Juru Bicara vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, proses vaksinasi Korona di Indonesia akan dimulai Januari 2021 hingga Maret 2022.

Menurut Nadia, pemberian vaksin Covid-19 selama 15 bulan ini terbagi dalam dua periode. Untuk periode pertama akan berlangsung Januari hingga April 2021. Pada periode ini prioritas penerima vaksin Korona adalah 1.3 juta tenaga kesehatan dan 17.4 juta petugas publik yang ada di 34 provinsi.

Adapun periode kedua, berlangsung selama 11 bulan yaitu April 2021 hingga Maret 2022. Penerima vaksin adalah sisa masyarakat yang belum divaksin pada periode pertama.(jpg)