batampos.co.id – Program Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp 300 ribu per Kepala Keluarga (KK) dari Kementerian Sosial (Kemensos), diperpanjang hingga Juni 2021.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam, Hasyimah, mengatakan, ada 20.520 KK di Batam yang menerima BST dari Kementerian Sosial tersebut.

Ia mengatakan, jumlah penerima ini belum final, lantaran masih ada surat pengusulan kembali penerima BST Kemensos.

”Masih kita verifikasi, nanti hasil finalnya kita akan infokan,” ujar Hasyimah, Kamis (7/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Penerima BST adalah masyarakat miskin di luar penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Syarat peserta BST ini, tidak boleh atau bukan penerima PKH dan BPNT.

Selain itu, peserta yang berhak mendapatkan BST Rp 300 ribu per bulan ini adalah masyarakat yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Warga melihat daftar nama yang menerima bantuan sosial tunai (BST) dari Kementrian sosial di Kantor Pos Batam Center beberapa waktu lalu. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Selain BST, lanjut Hasyimah, Kemensos juga menyalurkan PKH dan Peserta Program Sembako atau BPNT Non-PKH.

Hasyimah menyebutkan, total 21.201 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Batam menerima bantuan PKH.

”Uang bansos disalurkan melalui bank pemerintah pada rekening setiap Keluarga Penerima Manfaat. Dengan kartu ini, ibu-ibu dapat mengambil uang bansos PKH, tarik tunai, menabung, menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS),” bebernya.

Menurut Hasyimah, bansos PKH ini menyesuaikan komponen yang ditetapkan Kemensos.

Semakin besar komponen, maka akan semakin besar yang diterima KPM.

Adapun, lima komponen yang ditetapkan ialah memiliki balita, ibu hamil, memiliki anak usia sekolah, disabilitas atau cacat berat, serta lansia usai 70 tahun ke atas.

”PKH ini bantuan bagi masyarakat miskin atau yang tidak mampu. Besaran nilainya menyesuaikan komponen-komponen ini. Jika ada kelima komponen, maka akan semakin besar nilai atau besarannya,” ucap Hasyimah.

Selanjutnya, bansos sembako atau BPNT diberikan kepada masyarakat miskin atau yang tidak mampu.

Penyaluran bantuan ini juga sama dengan bansos PKH, dimana penyaluran melalui KKS sebesar Rp 200 ribu setiap bulannya.

Kartu ini bisa dibawa ke agen sembako untuk ditukarkan dengan jenis-jenis sembako yang telah ditetapkan.

”Karena ditukarkan dengan sembako, makanya dikasih nama program sembako,” tambahnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Kota Batam pada Maret 2020 sebanyak 67,06 ribu orang.

Jumlah penduduk miskin ini naik dibandingkan Maret 2019 sebanyak 66,21 ribu orang.(jpg)