batampos.co.id – Puluhan pencari kerja atau pencaker, mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam di Sekupang untuk mengurus kartu untuk mencari kerja atau kartu kuning, Kamis (7/1/2021).

Sebagian besar pencaker yang akan mengurus kartu kuning ini adalah mereka yang berusia produktif.

Pantauan di Disnaker Batam, para pencari kerja itu memadati pintu masuk hingga ruang pembuatan kartu kuning.

Tidak sedikit juga dari mereka yang antre menunggu di pintu masuk kantor.

”Katanya enggak boleh ramai-ramai masuk ke dalam. Makanya kami tunggu di depan,” ujar Andi, salah sorang pencaker di Disnaker seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Pria 19 tahun itu mengaku, dokumen kartu kuning tersebut akan digunakan untuk mencari pekerjaan.

Puluhan pencari kerja menanti info lowongan pekerjaan di sepanjang kawasan industri Cammo Batam Centre. Foto diambil beberapa waktu lalu. Foto: Dhiyanto/batampso.co.id

Pria lulusan salah satu SMA Negeri di Padang tersebut mengaku, akan melamar pekerjaan di salah satu perusahan swasta.

”Ini salah satu syaratnya,” kata Andi.

Hal senada juga dikatakan Wini, pencaker lainnya. Ia datang ke Disnaker untuk membu at kartu kuning.

”Soalnya salah satu persyaratan wajib un tuk kita pencari kerja, makanya dari pagi saya sudah ke sini,” ujar Wini, sembari merapi kan berkas di dalam map merah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengaku, jumlah pencaker yang akan mengurus pembuatan kartu pencari kerja atau AK-1 di Kota Batam berkisar 60 hingga 80 orang setiap harinya.

”Masih stabil, belum ada peningkatan. Rata-rata 60 sampai 80 orang per hari,” katanya.

Disebutkan Rudi, sebagian besar pemohon pencaker masih didominasi lulusan SMA/SMK sederajat. Disusul, lulusan S1, lulusan DIII dan SMP.

”Di kita ini kan pencaker yang berasal dari luar daerah. Kalau asli Batam, ngurusnya bisa di setiap kecamatan,” tuturnya.

Rudi menambahkan, sejauh ini jumlah pencaker di Disnaker masih stabil dan belum ada peningkatan.

”Biasanya kalau naik itu ketika selesai terima ijazah, baru naik. Tapi kalau saat ini masih normal lah,” tutupnya.(jpg)