batampos.co.id – Mantan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam, Asril, yang jadi terdakwa korupsi anggaran belanja unsur pimpinan DPRD Batam, dihukum penjara 6 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Jumat (8/1/2021).

Ia didakwa telah melakukan korupsi sehingga menyebabkan
kerugian negara sebesar Rp 2,1 miliar.

Dalam amar putusannya, hakim ketua Guntur Kurniawan menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 2 Juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Menghukum terdakwa dengan pidana 6 tahun penjara dan
denda Rp 200 juta subsider 2 bulan penjara,” kata hakim seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Terdakwa juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 1,9 miliar. Jika tidak membayar, maka diganti dengan hukuman 4 tahun penjara.

Menanggapi vonis, terdakwa melalui penasihat hukumnya serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan pikir-pikir atas vonis hakim.

Sebelumnya diketahui, Asril ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi belanja unsur pimpinan DPRD Batam yang telah diselewengkan pada tahun anggaran 2017-2019.(jpg)