batampos.co.id – Pesawat Sriwijaya Air yang hilang dan jatuh di Perairan Kepulauan Seribu membawa 62 penumpang. Diantara penumpang itu adalah keluarga dari Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar. Salah satunya merupakan anak sepupu dari Sekda Anambas.

Pesawat Sriwijaya Air tujuan Jakarta-Pontianak dinyatakan hilang, pada Sabtu (9/1/2021). Pesawat jenis Boeing 737-500 dengan registrasi PK-CLC itu hilang kontak sekira pukul 14.40 WIB.

Dari informasi yang terhimpun, dalam penerbangan tersebut ada 5 orang kerabat Sekda Anambas. Berikut nama keluarga Sekda Anambas yang masuk dalam daftar pesawat Sriwijaya yang hilang kontak yakni Toni Ismail, Rahmawati, Ratih Windania, Yumna Fanisyatuzahra, dan Athar Rizki Riawan.

Sekda Anambas Sahtiar membenarkan bahwa salah satu nama dalam daftar penumpang yang ada di pesawat Sriwijaya Air tujuan Jakarta-Pontianak itu adalah keponakannya. Athar Rizki Riawan yang baru berusia 9 tahun merupakan keponakannya.

“Keponakan saya berkunjung ke Bandung untuk liburan dengan pamannya,” ujar Sahtiar pada Minggu (10/1/2021).

Namun usai liburan di Bandung dan pulang ke Pontianak, paman keponakannya tidak ikut pulang. Jadi keponakannya dititipkan bersama kerabat yang juga kembali ke Pontianak.

“Dia anak sepupu saya dan usianya sama dengan anak saya. Paman dari dia ini tidak pulang, dan saat ini masih ada di Bandung,” tuturnya.

“Kita dan keluarga masih menunggu kabar informasi dari pihak terkait, di Bandara Pontianak juga sudah ada keluarga yang menunggu, kami berharap korban masih selamat dan bisa ditemukan,” katanya lagi.

Sementara itu, beberapa pejabat tinggi Kepulauan Anambas pun turut berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa keluarga Sekda Anambas, Sahtiar.

“Kepada pak Sahtiar kami mengucapkan belasungkawa atas apa yang menimpa keluarga dari istri pak Sekda yang menjadi korban pesawat Sriwijaya,” ujar Fadil salah satu temannya, Sabtu (9/1/2021).(fai)