batampos.co.id – Cuaca buruk yang melanda Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Minggu (10/1/2021) kemarin berdampak pada salah satu penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Plt Direktur BUBU dan TIK Hang Nadim, Benny Syahroni, mengatakan, ada satu maskapai yang menunda penerbangan dikarenakan cuaca.

“Lion air dengan nomor penerbangan JT 971 tujuan Batam-Medan delay dikarenakan cuaca,” ujarnya, Senin (11/1/2021).

Menurutnya hanya maskapai Lion Air Batam-Medan yang menunda penerbangan. Sementara dua penebangan lainnya yaitu Garuda dan Citylik normal.

“Sementara untuk Sriwijaya Air, semalam tidak ada jadwal penerbangan,” jelasnya.

Seperti diketahui pada Sabtu (9/1/2021) dan Minggu (10/1/2021) Kota Batam diguyur hujan lebat disertai angin kencang yang mengakibatkan banjir di beberapa lokasi perumahan serta badan jalan.

Ilustrasi. Sejumlah pesawat berbagai maskapai parkir di Bandara Hang Nadim Batam. Foto: Cecep Mulyana/ batampos.co.id

Bahkan angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, mengatakan, pada minggu kedua tahun 2021 curah hujan kembali meningkat dengan disertai air pasang tinggi di wilayah Provinsi Kepri.

Menyikapi hal tersebut Polda Kepri melalui Sat Brimob langsung terjun ke lokasi-lokasi rawan banjir yang ada di Kota Batam, Minggu (10/1/2021).

“Hari ini (kemarin,red) kita menerjunkan tim Tanggap Bencana di beberapa wilayah di Kota Batam yang terdampak Banjir,” jelasnya.

Kata dia tim turun di Perumahan Devely Residence, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Perumahan Kodim Aviari Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji, Perumahan Citra Mas Indah Kelurahan Batu Besar Kecamatan Nongsa dan di jalan menuju Bandara depan Perumahan Bida Garden Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota.

Dilokasi tersebut lanjutnya, tim Polda Kepri memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mematikan aliran listrik dan tidak mendekati sungai atau aliran air yg berada di sekitar lokasi banjir.

“Tim juga ikut serta membantu mengevakuasi barang-barang masyarakat yang terkena banjir,” jelasnya.(*/esa)