batampos.co.id – Ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih mengintai dan perlu mendapat perhatian, terutama setiap kali musim hujan datang.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, tercatat awal tahun 2021 ini sudah ada 23 kasus DBD.

Kasus DBD tersebut tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kota Batam.

”Sudah 23 kasus DBD hingga 10 Januari 2021 ini,” ujar Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, Senin (11/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Jika melihat data Dinkes Kota Batam, jumlah kasus DBD di kota ini meningkat setiap tahunnya.

Di tahun 2017, ada 593 kasus, naik menjadi 639 kasus pada tahun 2018. Kemudian, naik menjadi 728 kasus di tahun 2019 dan naik lagi 746 kasus di tahun 2020.

”Tiap tahun jumlah penderita DBD terus naik,” ujarnya.

Ilustrasi

Bila melihat data penyebaran di tahun 2020 lalu, Kecamatan
Batam Kota menjadi daerah penyumbang DBD tertinggi yakni 66 kasus.

Disusul, Kecamatan Batuaji 49 kasus dan Kecamatan Sagulung dengan 36 kasus.

Upaya penanganan DBD terus dilakukan, salah satunya dengan rutin melakukan fogging atau pengasapan di tingkat lingkungan masyarakat.

Upaya pencegahan dengan mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan hidup sehat melalui 3M plus.

Yakni, menguras, mengubur dan menutup ruang berkembangnya jentik nyamuk. Selain itu, juga menggunakan pelindung tambahan seperti kelambu saat tidur.

Gerakan 1 rumah 1 jumantik juga diaktifkan, serta penyuluhan puskesmas kepada masyarakat, serta larvasidasi.

”Termasuk juga fogging bila hasil penyelidikan epidemiologi puskesmas positif,” tuturnya.

Gejala dini DBD seperti panas badan mendadak tinggi 2-7 hari, nyeri belakang bola mata, nyeri kepala, muntah.

”Sementara tanda pendarahan seperti bercak merah pada lengan, mimisan, gusi berdarah, dan syok penderita,” pungkasnya.(jpg)