batampos.co.id – Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan akan memutuskan permohonan gugatan hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepri oleh pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 Isdianto-Suryani (Insani) pada 18 Januari 2021 mendatang. Nantinya, gugatan tersebut apakah diterima untuk menjadi sengketa, atau ditolak oleh MK.

“Apabila tidak ada perubahan, MK akan memutuskan apakah sengketa Pilkada Kepri teregister atau tidak pada 18 Januari 2021 nanti. Jika diregister, artinya gugatan diterima dan berlanjut ketahap berikutnya,” ujar Komisioner KPU Provinsi Kepri, Widioyono Agung, Senin (11/1) di Tanjungpinang.

Ditegaskannya, pihaknya juga sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi gugatan tersebut, apabila MK menyatakan untuk membahas lebih terhadap gugatan perkara yang dilayangkan oleh Insani. Namun apabila ditolak, selanjutnya adalah penetapkan pemenang Pilkada Kepri.

“KPU Provinsi Kepri sudah sangat siap untuk menghadapi gugatan tersebut. Kami di Divisi Hukum dan Pengawasan juga telah menyiapkan pengacara sekiranya nanti gugatan tim hukum paslon gubernur dan wagub Kepri nomor urut 2 itu diterima oleh MK,” jelas Agung.

Agung mengklaim, KPU seKepri sudah melakukan pelaksanaan Pilkada ini dengan baik dan benar. Kalau misalnya ada salah-salah administrasi sedikit ya wajarlah. Tapi, pada intinya, KPU Provinsi Kepri sudah sangat siap menghadapi gugatan itu. Adapun pengacara yang nanti digunakan dari Jakarta.

“Jika dalam perjalanannya tim hukum paslon gubernur dan wagub Kepri nomor urut 2 batal melakukan gugatan atau gugatannya itu ditolak. Maka, langkah selanjutnya, pihaknya akan melakukan pleno penetapan penetapan gubernur dan wagub Kepri terpilih,” tutupnya.

Seperti diketahui Pilkada Kepri yang digelar 9 Desember 2020 lalu berakhir dengan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Lembaga hukum tersebut akan memutuskan, apakah gugatan yang dilayangkan oleh pasangan Isdianto-Suryani (Insani) tersebut diterima atau tidaknya adalah pada 18 Januari 2021 mendatang.

Lewat rapat pleno rekapitulasi tingkat Provinsi Kepri, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri beberapa waktu lalu, memutuskan pasangan nomor urut tiga, Ansar Ahmad-Marlin Agustina sebagai pemenang Pilkada Gubernur Kepri dan Wakil Gubernur Kepri yang digelar pada 9 Desember 2020 lalu. Pasangan tersebut meraih dukungan sebanyak 308.553 suara atau sebesar 39,97 persen.

Berdasarkan hasil pleno rekapitulasi Pilkada Kepri, pasangan nomor urut 1 Soerya-Iman meraih dukungan 183.317 suara. Pasangan nomor urut 2 Isdianto-Suryani mendapatkan suara 280.160. Sedangkan pasangan nomor urut 3 Ansar-Marlin mendapatkan dukungan 308.553 suara.

Adapun total pemilih yang memberikan hak pilihnya di Pilkada Kepri kemarin adalah sebanyak 800.583 dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Provinsi Kepri 1.169. 946. Sedangkan jumlah suara yang sah adalah sebanyak 772.030. Sedangkan suara tidak sah sejumlah 28.553.(*/jpg)