batampos.co.id – Petugas layanan tiket Persatuan Pengemudi Motor Sangkut (PPMS) di Pelabuhan Pengumpang, Sekupang, membatasi jumlah penumpang hanya 9 orang untuk tiap boat.

”Biasanya kapasitas boat sekali jalan itu 12 orang. Tapi, karena cuaca yang ekstrem beberapa hari ini, kita batasi hanya 9 orang demi keselamatan penumpang dan penambang,” ujar Yongki, petugas tiket, Selasa (12/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Menurut Yongki, dengan dibatasinya jumlah penumpang itu, berpengaruh terhadap harga tiket.

Biasanya, harga tiket sekali jalan tujuan Sekupang-Belakangpadang atau sebaliknya, sebesar Rp 15 ribu.

Ilustrasi. Petugas layanan tiket Persatuan Pengemudi Motor Sangkut (PPMS) di Pelabuhan Pengumpang, Sekupang, membatasi jumlah penumpang hanya 9 orang untuk tiap boat. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Setelah penumpang dibatasi hanya 9 orang, biaya tiket menjadi Rp 20 ribu.

”Harga tiket naik karena kuota sekali jalan yang biasanya 12 orang, berkurang menjadi hanya 9 orang. Tapi sampai saat ini tidak ada penumpang yang protes,” ujar Yongki.

Baiq, warga Belakangpadang, yang setiap hari menggunakan transportasi boat pancung mengatakan, ia tidak keberatan jika harga tiket naik selama cuaca ekstrem.

”Wajar kalau harga tiket naik segitu, karena penumpangnya
kan dibatasi. Jadi keselamatan kita bisa lebih terjamin,” ujarnya.

Hal senada juga diakui Iwan, warga Belakangpadang yang bekerja di Sekupang.

Menurutnya, langkah seperti ini cukup tepat mengingat jika dipaksakan mengisi 12 orang, tentu akan berdampak pada keselamatan penumpang.

”Tak masalah naik, yang penting kita sebagai penumpang aman di kapal. Kalau tetap dipaksanakan dengan cuaca seperti ini, jadi takut juga naik pompong,” ujarnya.(jpg)