batampos.co.id – Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur telah menerima 112 sampel DNA keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor resgistrasi PK-CLC. Selain itu, kantong jenazah yang diterima dari tim evakuasi lapangan juga terus bertambah.

“Pukul 09.00 WIB pagi ini tim telah menerima sampel DNA sebanyak 112 kemudian juga tim telah menerima 137 kantong jenazah,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Rabu (13/1).

Sebanyak 137 kantong jenazah merupakan jumlah akumulasi dari hari pertama proses evakuasi. Kantong tersebut berisi body part atau potongan tubuh korban yang ditemukan di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.

Di luar itu, Rumah Sakit Polri juga telah menerima 35 kantong properti. Benda-benda tersebut selanjutnya akan digunakan untuk proses identifikasi korban.

“Dan menerima 35 kantong properti yang tentunya kantong-kantong ini akan dilakukan identifikasi oleh tim,” jelas Rusdi.

Diketahui, Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.(jpg)