batampos.co.id – Sebayak 27 orang yang berasal dari Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat di Provinsi Kepri, secara bergiliran disuntik vaksin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT).

Suntik vaksin pertama diberikan kepada Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Kepri, Kedua Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, Ketiga Danlantamal IV Tanjungpinang, Kapolda Kepri, Kogabwilhan, Tokoh Tionghoa, Kadinkes Kepri dan lainnya.

Sekda Kepri TS Arif Fadillah disuntiuk vaksin, Kamis (14/1). (foto:humaspemprov)

Gubernur Provinsi Kepri, Isdianto mengatakan suntik vaksin di Kepri merupakan lanjutan setelah suntik pertama oleh Presiden RI, kemudian diteruskan oleh Pemerintah Provinsi se Indonesia untuk jajaran Forkopimda dan tenaga medis.


“Hari ini di Provinsi Kepri sudah kita laksanakan,” kata Isdianto di RSUD RAT, Kamis (14/1).

Disampaikan Isdianto, dengan tersedianya vaksin ini merupakan jawaban kepada masyarakat yang sebelumnya mempertanyakan kapan akan tersedia vaksin untuk pengendalian Covid-19.

Untuk Kepri, walaupun belum bisa secara langsung untuk semua masyarakat, secara bertahap di Provinsi Kepri bisa mendapatkan suntik vaksin.

“Harapannya tidak ada keraguan lagi bagi masyarakat Kepri, tapi diimbau tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kepri, TS Arif Fadillah menjelaskan, tujuan dilakukan vaksinasi adalah mengurangi penularan Covid-19, penurunan angka kesakitan dan kematian serta mencapai kekebalan tubuh pada masyarakat.

“Sebagai informasi kepada masyarakat Kepri bahwa suntik vaksin sudah dimulai,” kata Arif.

Pada tahap pertama selain Forkopimda, yang menjadi sasaran vaksinasi adalah tenaga kesehatan (Nakes) dan Asisten Nakes, tenaga penunjang dan mahasiswa yang sedang menjalani profesi kedokteran pada fasilitas pelayanan kesehatan.

“Hari ini ada 27 orang dari Forkopimda, DPRD, dan tokoh masyarakat,” jelasnya.

Kemudian untuk alokasi vaksin yang diterima tahap pertama di Provinsi Kepri sebanyak 25.320 dosis. Kemudian didistribusikan ke tiga kabupaten/kota yaitu Bintan sebanyak 2.680, Batam sebanyak 11.120 dan Tanjungpinang sebanyak 5.880.

Saat ini, lanjut Arif di Kepri terdapat 262 Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang terdiri dari rumah sakit, puskesmas, dan klinik pratama yang dipersiapkan untuk melaksanakan vaksinasi.

“Sekarang terdapat 210 Nakes yang dipersiapkan dan terlatih melakukan suntik vaksin dan akan ditambah menjadi 550,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kadinkes Kepri, Mohammad Bisri mengatakan usai disuntik itu merasakan seperti diimunisasi, reaksi yang ditimbulkan juga bermacam-macam.

“Sekarang lagi pengamatan dulu. Reaksinya seperti apa dilihat dulu,” kata Bisri.

Ia mengatakan kepada masyarakat tidak perlu khawatir karena tujuan vaksin itu untuk kekebalan tubuh. Ada manfaat yang lebih besar nantinya. “Jika ada reaksi demam atau panas itu wajar,” tambahnya. (*/jpg)