batampos.co.id – Berdasarkan data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kepri, sejak Maret 2020 sampai Januari 2021 berjalan, tercatat 96 kasus tenaga dokter di Provinsi Kepri terpapar oleh Covid-19. Empat kasus diantaranya berakhir dengan kematian.

“Hingga saat ini sudah terdapat 96 tenaga dokter yang terpapar Covid-19 di daerah Provinsi Kepri, 4 orang di antaranya meninggal dunia,” ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kepri, Rusdani, Kamis (14/1) di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, 4 dokter meninggal dunia tersebut terdiri dari 2 orang di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang, 1 orang di Kota Batam, dan 1 orang di Kabupaten Natuna.


Menurutnya, 96 dokter terinfeksi Covid-19 tersebut tersebar di tujuh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepri. Mengacu data yang ada, mayoritas kasusnya terjadi di Kota Batam.

“Kota Batam tercatat ada 82 kasus, Kota Tanjungpinang 4 kasus, Kabupaten Natuna 4 kasus, Kabupaten Karimun 3 kasus, Kabupaten Anambas 1 kasus, Kabupaten Lingga 1 kasus, dan Kabupaten Bintan 1 kasus,” jelasnya.

Dijelaskannya, sebagian besar dokter terjangkit Covid-19 di Kepri sudah sembuh. Namun, ada juga yang masih melakukan karantina mandiri di rumah.

Para dokter yang terkonfirmasi positif ini berasal dari klaster perjalanan ke luar daerah hingga terjangkit saat merawat pasien Covid-19.

“Paling banyak terjangkit dari lingkungan rumah sakit yang menangani Covid-19. Karena tenaga kesehatan adalah garda terdepan, meskipun sudah safety dengan APD, namun disiplin menjadi faktor yang mempengaruhi,” jelasnya lagi.

Rusdani tidak menampik jika dokter beresiko tinggi terpapar Covid-19 karena menjadi garda terdepan penanganan virus tersebut. Atas dasar itu, ada upaya yang perlu dilakukan oleh para dokter, yakni harus divaksinasi Covid-19 agar dapat menambah imun tubuh buat melawan virus tersebut.

Selain itu, dokter yang bertugas melayani pasien harus tetap mematuhi protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Pada kesempatan itu, ia mengimbau kepada dokter khususnya di rumah sakit agar lebih disiplin lagi dalam menggunakan alat pelindung diri (APD) ketika melaksanakan tugasnya.

“Dinas Kesehatan Provinsi Kepri menjamin APD yang diperuntukkan bagi dokter dan tenaga kesehatan lainnya, saat ini jumlahnya sangat mencukupi. Tentu semua pihak berharap Covid-19 segera berakhir, begitu juga dengan kami sebagai dokter,” tutup Rusdani.(*/jpg)