batampos.co.id – Komisi III DPR RI akan melakukan fit and proper test kepada calon Kapolri minggu depan. Sebagai calon tunggal Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo memiliki sejumlah pekerjaan yang harus dituntaskan apabila terpilih nanti.

Wakil Sekretaris Jenderal PKS Ahmad Fathul Bari mengatakan, ada banyak catatan yang harus menjadi perhatian calon Kapolri baru. Salah satunya soal anggapan tebang pilih penegakan hukum dan pemenuhan HAM.

”Untuk kasus yang teranyar, ada hasil investigasi Komnas HAM yang peristiwanya dinilai sebagai kategori pelanggaran HAM,” jelasnya, merujuk kasus penembakan laskar FPI, Kamis (14/1)


Hal itu akan menjadi pekerjaan rumah besar bagi Sigit apabila sudah resmi menjadi Kapolri. Yakni, mengembalikan kepercayaan publik. Sosok yang kini menjabat Kabareskrim itu harus membuktikan bahwa kepolisian dapat menyelesaikan kasus secara transparan, termasuk kepada anggota sendiri.

Komisi III kemarin juga meminta masukan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Masukan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) secara tertutup. PPATK dilibatkan dalam fit and proper test calon Kapolri terkait informasi rekam jejak rekening lulusan Akpol 1991 itu.

Terpisah, anggota Komisi III DPR Moh. Rano Alfath menyatakan, pihaknya siap melakukan uji kelayakan dan kepatutan secara profesional dan terbuka. ”Kami akan berpegang teguh dengan mekanisme dan sistem yang ada,” terangnya kemarin.

Menurut politikus PKB itu, Sigit merupakan sosok yang tepat memimpin Polri. Dia adalah sosok yang kompeten, inovatif, serta merangkul semua kalangan. Ketika menjabat Kapolda Banten, Sigit bisa berbaur dengan seluruh elemen masyarakat.

Rano mengungkapkan, dirinya sangat familier dengan Komjen Sigit, karena pernah menjadi mitra kerjanya saat menjabat anggota DPRD Provinsi Banten. Meski dulu sempat ditolak kalangan ulama, Sigit justru merangkul dan tidak segan-segan memberikan kontak personalnya. Itu dilakukan untuk memastikan bahwa tak ada jarak antara tokoh agama, masyarakat, dan penegak hukum.

Selama kepemimpinan Sigit, tidak ada gejolak besar yang terjadi di tengah masyarakat. ”Baik persoalan radikalisme maupun kriminalitas yang lain.”

Sigit dinilai mempunyai banyak prestasi, termasuk penanganan kasus-kasus besar saat menjabat Kabareskrim Polri. Misalnya, penyergapan buronan Djoko Tjandra, pengungkapan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, pengungkapan penyebab kebakaran gedung Kejaksaan Agung, hingga pengungkapan sabu-sabu sampai 1,2 ton dari Iran dan pengungkapan kasus lainnya.

Rano mengatakan, meski pembawaannya kalem, mantan ajudan Jokowi itu adalah sosok tegas dan tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum.(jpg)