batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengaku tidak merasakan apa-apa selesai disuntikan vaksin Covid-19. Jumat (15/1).

Amsakar mengaku tidak ada persiapan khusus saat akan divaksinasi. “Saya cuma istirahat lebih awal saja. Biasanua tidur jam setengah satu atau jam duaan, kemarin saya tidur jam 11-an,” ujarnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, memperlihatkan vaksin Covid-19 saat Vaksinasi di Engku Putri, Jumat (15/1). (Foto:Messa Haris/Batampos.co.id

Wakil Wali Kota mengapresiasi para petugas medis yang melakukan vaksinasi kepada dirinya.


“Salut saya tak ada terasa sama sekali. Tadi saya sempat nanya jarumnya besar tak. Ternyata tidak,” jelasnya.

Sementara itu Kadis Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menjelaskan, jarum yang digunakan untuk vaksinasi Covid-19 sangat kecil.

“Jarumnya kecil, jarum untuk bayi,” katanya.

Baca Juga: Wali Kota Batam Gagal Divaksinasi Covid-19, Ini Penyebabnya

Didi mengatakan, vaksin Covid-19 disimpan dalam tabung kecil atau vial dengan ukuran setengah cc.

Vaksin lanjutnya disuntikan di lengan kiri. Kata dia, tim medis yang melakukan penyuntikan sudah sangat berpengalaman dalam melakukan vaksinasi.

“Semua dokter-dokter senior,” jelasnya.

Kata dia, setelah divaksinasi biasanya akan ada efek pusing atau demam. Sehingga lanjutnya selesai divaksinasi masyarakat diminta untuk tidak langsung pulang. “Itu efeknya sementara sekitar 15 sampai 20 menit saja,” tuturnya.(esa)