batampos.co.id – Kasus perceraian di Kota Batam masih terbilang tinggi. Buktinya, dalam kurun sekitar dua pekan atau sampai
pertengahan Januari 2021 ini, ada 134 pasangan yang mengajukan perkara cerai dan ditangani Pengadilan Agama (PA) Batam di Sekupang.

Wakil Kepala Pengadilan Agama Batam, Syarkasyi, mengatakan, perkara yang masuk itu terdiri dari 125 perkara gugatan dan 9 permohonan perkara.

”Sampai hari ini (kemarin), ada 20 (perkara) yang sudahkita putus,” katanya, Jumat (15/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos .


Jika diuraikan, gugatan dari pihak istri atau cerai gugat, masih mendominasi kasus yang masuk awal tahun 2021 ini.

Sementara, cerai talak atau dari pihak suami tetap ada, namun jumlahnya kecil.

Syarkasyi menyebutkan, cerai gugat dipicu beberapa faktor penyebab. Lagi-lagi, masalah nafkah masih yang dominan.

Selain itu, perselisihan dan pertengkaran terus menerus juga tinggi, termasuk karena faktor ekonomi.

”Cerai gugat paling banyak itu karena suami tak memberi
nafkah istri,” ujarnya.

Selain itu, faktor lainnya yang memicu perceraian yakni faktor poligami, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dan faktor perselingkuhan atau zina.

Sementara itu, untuk cerai talak, yang paling mendominasi karena perselisihan sehingga menyebabkan pertengkaran terus menerus.(jpg)