batampos.co.id – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah menerbitkan Surat Edaran yang mewajibkan pelaku perjalanan yang masuk ke Kepri melalui jalur laut dan udara, melengkapi diri dengan surat keterangan hasil rapid antigen atau PCR. Tidak boleh lagi hanya rapid antibodi.

Namun di Batam, SE Gubernur Kepri itu tidak berlaku. Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, untuk saat ini seluruh pendatang yang masuk ke Batam hanya diwajibkan memiliki surat keterangan non-reaktif rapid test.

”Hanya rapid test antibodi saja yang harus dibawa. Kalau rapid PCR/RT-Antigen belum ada sementara ini,” kata dia, kemarin.


Didi menyebutkan, saat ini angka kasus Covid-19 sudah berada di angka 5.337 kasus, dengan tingkat kasus aktif mencapai 11,2 persen. Untuk itu, masyarakat tetap diminta menjaga diri dan menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) dalam semua kegiatan di luar rumah.

Pemerintah di daerah juga wajib memperketat pintu masuk, salah satunya dengan mewajibkan rapid test.

Terkait imbauan Ketua Satgas Covid-19 pusat, Doni Monardo, untuk semua pintu masuk (laut dan udara) pakai PCR/RT-Antigen, Didi mengatakan hal tersebut sangat bagus untuk membatasi ruang gerak pasien yang positif.

”Kita mendukung tindakan apa yang bisa mengendalikan penyebaran Covid-19 ini, termasuk rapid test juga,” sebutnya.

Didi menambahkan, meskipun sudah ada vaksin, namun masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan (protkes). Saat ini vaksin masih untuk tenaga medis. Ke depan untuk masyarakat juga segera tersedia.

Ia menyebutkan, langkah yang paling baik sekarang adalah menjaga diri agar tidak terpapar Covid-19. Gunakan masker untuk menjaga diri sendiri dan orang lain. Menurutnya, meskipun sudah terpapar Covid-19 ada potensi untuk terpapar kembali.

”Saat ini kita waspadai itu virus yang bermutasi, karena penyebarannya lebih cepat. Jadi kalau bisa jangan terpapar, itu lebih baik untuk saat ini,” imbuhnya.

Berdasarkan data terbaru, total kasus positif 5.337, sembuh 4.603, meninggal 137, dan masih dalam perawatan 597 orang. Tingkat kesembuhan 86,2 persen, tingkat kematian 2,6 persen, dan tingkat kasus aktif 11,2 persen.(*/jpg)