batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang kembali menunda belajar tatap muka pada 15 sekolah yang direncanakan buka pada Senin (18/1). Ini setelah 27 guru dan tenaga pendidik yang mengikuti rapid test pada Selasa (12/1) lalu dinyatakan reaktif.

Sekretaris Disdik Kota Tanjungpinang, Muhammad Yasir mengatakan dari rapid test yang diikuti 241 oleh pendidik, tenaga kependidikan dan pengawas sekolah dan hasil pemeriksaan diterima pada Jumat (15/1). ”Karena reaktif ada beberapa sekolah yang berkeinginan belajar tatap muka ditunda,” kata Yasir, Senin (18/1).

Dijelaskan Yasir, hal ini dilakukan karena sebagian sekolah memiliki jumlah siswa yang lebih banyak, sementara guru yang mengajar menjadi sedikit dan hasil uji swab pada 27 orang yang dinyatakan reaktif belum diterima.


”Dengan sistem belajar yang dibagi menjadi dua otomatis sangat kekurangan guru, sementara muridnya banyak,” ujarnya. Alasan penundaan belajar tatap muka itu demi kesehatan dan keselamatan warga sekolah sampai waktu yang belum ditentukan.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) SD 008 Bukit Bestari, Ismayulis mengakui sudah sangat siap pelaksanaan sekolah tatap muka. Seratus persen orang tua siswa juga mendukung pelaksanaannya.

”Dalam belajar tatap muka kami buat dua shift. Satu kelas isinya 12 orang. Belajarnya juga tidak lama hanya 2,5 jam saja,” katanya.

Untuk SD 008 Bukit Bestari terdapat tiga orang guru yang dinyatakan reaktif, namun berdasarkan informasi yang didapatkan hasil uji swab ketiga guru tersebut negatif. ”Tadi sudah kami terima informasi ketiga guru itu hasil swabnya negatif,” tambahnya.(*/jpg)