batampos.co.id – Polda Kepri menindaklanjuti laporan Keluarga Haji Permata, pengusaha yang tewas dengan luka tembak di perairan Tembilahan, Jumat pekan lalu. Sejauh ini, polisi sudah memeriksa 9 orang saksi pelapor. Para saksi melihat dan berada di tempat kejadian.

”Kami terima laporan polisi dari perwakilan pihak keluarga korban,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Arie Dharmanto, Senin (18/1).

Ia mengatakan, sejauh ini informasi terkait kronologis peristiwa masih simpang siur. Polisi masih terus mengumpulkan informasi dan barang bukti. ”Hal ini demi memastikan secara substansi permasalahan,” tuturnya.


Terkait sembilan orang saksi, Arie mengatakan, ada dua orang yang berada di tempat kejadian perkara. Sedangkan tujuh orang saksi dari pihak keluarga. Arie mengatakan, rencana ke depan, akan berkoordinasi dengan Polda Riau.

Seluruh keterangan dan barang bukti didapat Polda Kepri, nantinya akan diserahkan ke Polda Riau. ”TKP-nya ada di Tembilahan, wilayah Polda Riau,” tuturnya.

Sementara itu, Bahar, tekong speedboat yang tertembak bersama Haji Permata, kondisinya kritis. Bahkan, sempat beredar kabar kalau Bahar menghembuskan napas terakhir, namun ternyata dalam kondisi kritis di salah satu rumah sakit di Jambi.

Bahar tertembak di bagian kepala oleh petugas Bea Cukai (BC) pada insiden di Selat Bela, Inhil, Riau itu. ”Sempat tidak sadarkan diri, kini kondisinya koma. Namun, setelah menjalani operasi sudah ada pergerakan,” ujar Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Masrur Armin, Senin (18/1) malam.

Masrur menjelaskan, saat kejadian tersebut, Bahar tengah berada di samping Haji Permata. Usai tertembak, Bahar kemudian dievakuasi ke RS di Tembilahan. ”Rumah sakit sana (Tembilahan) tidak mampu menanganinya, kemudian dirujuk ke Jambi. Dan ada satu lagi yang tertembak di kaki, tapi kondisinya tidak apa-apa dan sudah balik ke Batam,” kata Masrur.

Dia berharap dengan kejadian ini, pihak BC memberikan perhatian khusus terhadap Bahar. ”Paling tidak ada perhatian. Sekarang ada keluarganya yang menemani di rumah sakit,” imbuhnya.

Terkait persoalan ini, sejak Sabtu (16/1), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di Karimun
sudah dijaga ketat TNI-Polri. Ini sebagai antisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Pantauan Batam Pos, di halaman depan kantor, berdiri tenda penjagaan.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, membenarkan pihaknya telah mengirimkan personel pengamanan. “Kita sudah memberikan pengamanan di Kantor DJBC. Pengamanan dilakukan Polres Karimun, Polda, dan di-backup oleh TNI,” kata Harry, kemarin.

Harry juga menegaskan, Polda Kepri tidak mengeluarkan izin keramaian, terkait rencana aksi yang akan dilakukan pihak KKSS se-Batam di Tanjungbalai Karimun, Rabu (20/1) mendatang. ”Tak ada izin, karena masih pandemi Covid-19,” tegasnya. (*/jpg)