batampos.co.id – Pemko Batam akhirnya menunda rencana pembukaan belajar tatap muka di sekolah untuk jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, belajar tatap
muka ditunda hingga kondisi aman dari penyebaran Covid-19.
Itu karena, banyak orangtua yang mengkhawatirkan pembukaan
sekolah di tengah kasus yang masih bertambah.
”Kita hold (tahan) dulu lah. Saya tidak mau ambil risiko. Karena sesuai dengan edaran menteri juga untuk membatasi kegiatan usai libur Natal dan Tahun Baru,” kata Rudi, Senin (18/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Rudi menyebutkan, saat ini pemerintah daerah bersama tenaga medis masih fokus untuk program vaksinasi Covid-19.

Tahap awal memang untuk tenaga medis, nanti dilanjutkan untuk sektor pendidikan. Untuk penerima vaksin, juga sudah ada kriterianya.
Nantinya Dinas Kesehatan yang akan langsung menjalankan.
”Kita selesaikan dulu vaksinasi ini. Kalau kondisi sudah aman, nanti baru kita rapatkan kembali soal pembukaan sekolah di mainland (wilayah perkotaan) ini,” ujarnya.
Pihaknya harus melihat perkembangan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan ke depan.
Menurutnya, rencana belajar tatap muka ini bisa dirapatkan kembali Maret mendatang. Karena, sesuai dengan target pemerintah pusat, vaksinasi masih akan dilanjutkan Maret nanti.
”Kita rampungkan dulu lah soal vaksin ini. Kalau semua sudah divaksin, masyarakat jadi terlindungi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan, mengatakan, pembukaan sekolah memang belum bisa digelar.
Hal ini karena ada surat edaran terbaru terkait pembatasan kegiatan, termasuk sekolah.
”Mainland daring dulu. Memang kita sudah edarkan surat pernyataan untuk orangtua terkait belajar tatap muka. Namun banyak yang belum mengembalikan. Jadi, kita menarik kesimpulan, lebih aman belajar dari rumah dulu,” bebernya.
Untuk rencana ke depan, ia mengatakan, masih menunggu, dan belum ada pertemuan kembali dengan guru untuk membahas ini.
Kendati demikian, ia mengaku sekolah sudah mulai menyediakan dan memenuhi sarana dan prasarana protokol kesehatan jelang
pembukaan sekolah ini.
”Nanti kita atur lagi pertemuan untuk bahas ini,” tutupnya.(jpg)
