batampos.co.id – Bandara Internasional Hang Nadim dirancang sebagai hub logistik yang akan meningkatkan perekonomian dan industri di Kota Batam.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pembangunan dan perluasan gedung kargo menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung hal tersebut.

“Pagi hari ini kita berada di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, tepatnya di Apron kargo yang memiliki Panjang 500 meter dan Lebar 168 meter,” ujarnya saat meninjau hasil pembangunan Taxiway dan Apron 04 di Bandara Internasional Hang Nadim yang disiapkan sebagai Hub Logistik.


Menurutnya, apron kargo tersebut nantinya mampu menampung 5 pesawat berbadan besar. Yaitu pesawat Boeing-777.

“Kita membangun bandara ini untuk mempersiapkan sewaktu-waktu nanti menjadi bandara yang tidak hanya untuk penumpang, tetapi juga dapat menjadi hub logistik,” katanya.

Ia menambahkan, pada tahun ini juga akan dibangun terminal kargo yang dikerjakan secara multiyears yang akan selesai pada tahun 2022.

“Karena kita sudah merencanakan sebagaimana pembangunan ke depan agar ini menjadi suatu bandara yang betul-betul diminati, tidak hanya nasional, tapi juga internasional,” jelasnya.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, saat meninjau hasil pembangunan Taxiway dan Apron 04 di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Karena itu lanjutnya, untuk memenuhi kualifikasi internasional, seluruh kebutuhan infrastruktur di Bandara Internasional Hang Nadim harus diselesaikan.

“Hari ini kita sudah menyelesaikan Taxiway dan Apron 04,” tuturnya.

Terkait sistem penanganan barang juga akan diperbarui menjadi sistem terbaru dengan menggunakan sistem otomatis.

Dalam hal volume, walaupun angka volume kargo eksisting Bandara Hang Nadim berada di bawah perkiraan dalam studi Master Plan Tahun 2018, namun volume angkutan lalu lintas udara di Bandar Udara Hang Nadim Batam, mengalami peningkatan yang pesat dan signifikan dari tahun ke tahun.

Baik penumpang ataupun kargo. Bahkan di saat pandemi Covid-19, pelayanan kargo di Bandara Hang Nadim terus berjalan.

Saat ini, gedung kargo Bandara Hang Nadim memiliki ukuran 80 m x 32 m dan rencana selanjutnya akan dibangun terminal/gedung kargo dengan luas gedung ± 9.600 m².

BP Batam telah merampungkan pembangunan Taxiway dan Apron 04 di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, pada akhir tahun 2020 lalu.

Maket pembangunan gedung kargo di Bandara Internasional Hang Nadim. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Apron Kargo ini dibangun sebagai penunjang Gedung Kargo untuk menambah daya saing Batam, yang diproyeksikan akan menunjang Bandara Hang Nadim Batam menjadi Bandara Hub-Logistik Indonesia Bagian Barat.

Pembangunan Apron kargo ini telah dilaksanakan tahun 2020 oleh Kontraktor Nindya Karya dengan Konsultan Supervisi Yodya Karya.

Dengan nilai Kontrak sebesar Rp166.529.321.385,73 dan waktu pelaksanaan pekerjaan selama 158 hari kalender dan masa pemeliharaan 180 hari kalender.

Selain Taxiway dan Apron 04, BP Batam juga membangun drainase, jalan akses, elektrikal, rerumputan, dan pagar di sekeliling lokasi.

Selanjutnya, di tahun 2021-2022, BP Batam akan membangun gedung/terminal kargo, dengan biaya pekerjaan pembangunannya bersumber dari BLU BP Batam Tahun Anggaran 2021 dengan nilai kurang lebih Rp105.015.734.000.

Kepala BP Batam menjelaskan, sesuai rencana ke depan ada dua rencana besar BP Batam, yaitu mengembangkan bandara Hang Nadim dan mengembangkan Pelabuhan Batu Ampar dan pelabuhan lainnya.

“Ini menjadi prioritas kami dalam memimpin BP Batam, karena menurut kami kedua hal ini akan sangat membantu perekonomian masyarakat Batam dan juga Indonesia,” jelasnya.(esa)