Senin, 4 Mei 2026

Belajar Tatap Muka di Hinterland Jalan Terus

Berita Terkait

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, penundaan sekolah tatap muka di mainland atau wilayah perkotaan, karena dinilai belum aman dari penyebaran Covid-19 yang masih tinggi.

Karena itu, pembahasan terkait sekolah tatap muka akan diagendakan dua bulan ke depan atau pada Maret.

”Rencana awal sudah dibuka bulan ini. Namun, pasca Natal dan Tahun Baru, ada edaran dari Menteri Dalam Negeri, untuk membatasi pergerakan, termasuk sekolah (tatap muka) ini,” kata dia, Selasa (19/1/2021).

Amsakar menilai, kondisi saat ini memang dinilai belum kondusif untuk membuka belajar tatap muka.

Meskipun, sekolah sudah mulai mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung jalannya pembukaan sekolah selama
masa pandemi.

”Laporan dari Disdik, sekolah sudah siap. Bahkan, usulan yang sudah diterima juga banyak, baik jenjang SD, SMP, dan PAUD/TK. Mereka sangat semangat ingin kembali belajar di sekolah,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat meninjau sistem belajar tatap muka di salah satu sekolah di Kecamatan Belakang Padang. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Menurutnya, kedatangan vaksin Covid-19 ini bisa menjadi harapan baru bagi masyarakat Batam menuju kondisi yang lebih baik, termasuk di sektor pendidikan.

”Maret lah bisa kita bahas kembali soal ini. Karena setiap hari kan vaksin ini terus berjalan. Sekarang tenaga medis sudah mulai divaksin, nanti akan bergiliran untuk masyarakat umum,” imbuhnya.

Disinggung mengenai kinerja Tim Terpadu Penegakan Hukum dan Peningkatan Disiplin Protokol Kesehatan Kota Batam, Amsakar menjelaskan, tim akan kembali turun untuk mengawasi pelanggaran protokol kesehatan di kalangan masyarakat.

”Bulan depan mulai turun lagi. Memang ini juga perlu untuk ditingkatkan kembali. Karena tingkat kepatuhan masyarakat semakin memudar. Kalau semua patuh, Covid-19 cepat berlalu dan kondisi kembali pulih,” bebernya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan, mengatakan, sudah dua minggu lebih sekolah tatap muka di hiterland berjalan lancar dan tidak ada kendala.

”Kalau yang di hiterland aman-aman saja, kita sudah turun memantau proses belajar mengajarnya,” katanya.

Hendri menjelaskan, pihaknya tetap melakukan evaluasi bagaimana proses tersebut berlangsung aman di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu, katanya, keputusan belajar tatap muka telah dilaksanakan 4 Januari lalu dengan menerapkan protokol kesehatan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4
Menteri mengenai panduan penyelenggaran pembelajaran
di masa pandemi Covid-19.

”Pemantauan tetap, kami juga melakukan evaluasi. Kalau di hinterland kondisi terkini berada di zona hijau. Selain itu, peserta didik juga tidak banyak. Alhamdulillah, aman dan lancar,” ulas Hendri.

Sementara belajar tatap muka di wilayah perkotaan masih belum dilaksanakan.

Pertimbangannya, karena banyaknya keraguan dari orangtua murid.

Selain itu, sembilan kecamatan masih berada di zona merah. Kondisi ini berbeda dengan di hinterland.

”Yang di mainland ini masih kita lihat situasinya. Memang, sudah ada beberapa sekolah yang mengajukan tapi kita evaluasi dulu,” tutupnya.(jpg)

Update