batampos.co.id – Selama pandemi Covid-19, banyak fasilitas kesehatan (faskes) yang pilih melayani keluhan pasien secara daring atau online. Namun, layanan online itu tentu tak serta merta bisa untuk semua jenis penyakit, apalagi bagi pasien yang bu- tuh penanganan segera.

Karena itu, faskes diminta selektif dan tak serta merta menutup layanan pemeriksaan langsung pada pasien, terutama saat kondisi darurat. Hal ini yang ditekankan pihak Badan Penyelenggar Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kepada faskes mitranya, baik di tingkat pertama hingga rumah sakit.

Faskes tersebut wajib melayani pasien emergency atau dalam kondisi darurat. Jika diabaikan, faskes tersebut bisa dilaporkan untuk ditindaklanjuti.


Kabag SDM Umum dan Humas BPJS Kesehatan Cabang Kota Batam, Irfan Rachmadi, mengatakan pasien yang dimaksud adalah peserta BPJS Kesehatan atau JKN-KIS. Dimana, jika kondisi peserta emergency, seluruh faskes wajib menangani tanpa terkecuali.

”Sudah ada aturannya jika kondisi emergency wajib ditangani,” kata Irfan, Rabu (20/1).

Ditegaskam Irfan, peserta JKN-KIS bisa langsung melaporkan faskes yang mengabaikan kondisi emergenc pasiennya. Sebab, saat menjadi mitra, seluruh faskes sudah menyatakan siap melayani, bagaimanapun kondisi pasien, apalagi yang dalam kondisi darurat.

”Jika tak ditangani, silahkan laporkan ke kami untuk ditindaklanjuti, ” ujar Irfan.

Menurut Irfan, sejak pandemi Covid-19, memang banyak faskes, terutama faskes tingkat 1, yang memilih melayani peserta secara online. Namun, sebenarnya kondisi tersebut hanya berlaku bagi pasien yang dalam kondisi tidak parah atau emergency.

”Kalau kondisinya tidak parah, bisa secara online. Tapi jika emergency atau butuh penindakan, itu wajib dilayani. Tak bisa lewat online,” tegas Irfan.

Masih kata Irfan, sampai saat ini memang ada beberapa faskes yang melayani pasiennya secara online. Tapi, banyak juga yang sudah melayani secara langsung. Pelayanan pasien secara langsung atau tatap muka diwajibkan menerapkan protokol kesehatan. Mulai memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan.

”Ada juga yang secara online, tapi ini untuk penyakit yang biasa-biasa saja,” tegas Irfan. (*/jpg)