batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam akan kembali mengusulkan penambahan tenaga guru saat pembukaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), tahun ini.

Berdasarkan data, kebutuhan guru mencapai dua ribu lebih. Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, mengatakan, untuk kebutuhan guru masih banyak.

Setiap ada penerimaan CPNS maupun PPPK, pemerintah selalu mengusulkan penambahan tenaga pengajar ini.


”Data masih sama. Sebab, tahun lalu untuk guru tidak banyak dibuka. Jadi, angka kebutuhan masih sekitar dua ribuan. Kekurangan guru saat ini masih ditempati tenaga honorer,” sebutnya, Kamis (21/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Mengenai informasi tidak adanya formasi CPNS dan dialihkan dengan perekrutan PPPK, Hendri mengaku hal itu tidak benar.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat meninjau sistem belajar tatap muka di salah satu sekolah di Kecamatan Belakang Padang beberapa waktu lalu. Saat ini Kota Batam masih kekurangan tenaga guru sebanyak 2 ribu orang. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Berdasarkan penjelasan dari PGRI pusat, untuk formasi guru CPNS, masih dibuka untuk tahun ini.

Menurutnya, aturan pengalihan tersebut belum final. Sehingga, daerah juga masih menunggu informasi lebih detail soal ini.

”Kita tunggu saja aturan lebih jelasnya. Kalau kita kan menerima dan menjalankan saja. Sebab, kalau kebijakan itu ada di pusat,” terangnya.

Dua ribu lebih tenaga guru ini, memenuhi kebutuhan selama lima tahun ke depan.

Untuk itu, Batam selalu mengusulkan formasi sebanyak mungkin, meskipun kuota yang diberikan itu tergantung kebijakan pusat.

”Yang penting itu data dulu. Sehingga ketika ada pembukaan CPNS maupun PPPK, kita ready dan cepat menanggapi kuota yang diberikan pusat,” sebutnya.

Hendri menjelaskan, baik CPNS maupun PPPK itu sebenarnya sama. Hanya saja, untuk PPPK ada jangka waktu kerja selama lima tahun.

Untuk tunjangan dan gaji yang didapatkan, sama dengan CPNS.

”Jadi apapun itu, yang penting untuk kesejahteraan guru pasti kami mendukung. Dan tentu kami berharap formasi CPNS untuk guru selalu ada,” imbuhnya.

Untuk tahun ini, pihaknya masih menunggu informasi pembukaan CPNS yang dibuka untuk guru dan tenaga lainnya.

Hendri berharap, Batam bisa mendapat kuota yang lebih banyak untuk formasi guru ini.

Mengingat, kebutuhan guru meningkat seiring bertambahnya jumlah peserta didik.

”Kalau diminta mengusulkan, pasti kita usulkan. Hanya saja, semua kan tergantung kuota yang diberikan. Intinya kita pasti mendorong tenaga guru honorer untuk ikut seleksi,” tutupnya.(jpg)