batampos.co.id – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, kembali menyebut kelangkaan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, bukan karena konsumsi yang naik.

Melainkan, akibat pasokan yang dikirim tidak pernah sesuai
kuota yang sudah ditentukan.

Untuk diketahui, kata Gustian, kuota premium untuk Batam sebanyak 13,648 kiloliter (kl) per bulan. Sementara, realisasinya berbeda dan rata-rata setiap bulan tidak sesuai dengan kuota tersebut.


Misalnya, pengiriman pre mium di bulan Januari 2020 realisasinya 9.764 kl, Februari 9.464 kl, Maret 9.980 kl, April 9.570 kl, Mei 10.124 kl, Juni 10.748 kl, Juli 11.220 kl, Agustus 11.044 kl, September 9.094 kl, Oktober 7.676 kl, November 5.264 kl, dan Desember 5.912 kl.

”Ternyata Pertamina tidak menyalurkan premium sebagaimana mestinya di tahun 2020,” kata Gustian Riau, Kamis (21/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Menurutnya, tidak sesuainya pasokan dengan kuota yang diterima menyebabkan kelangkaan BBM jenis premium dan pertalite selama tahun 2020 lalu.

Total, kuota premium untuk Batam yang disalurkan sebanyak 109.860 kl dari kuota 163.776 kl.

Antrean kendaraan roda empat saat hendak mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di Kota Batam. Dalam beberapa hari terakhir BBM jenis premium dan pertalite langka di sejumlah SPBU di Kota Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Ia mengaku, pihaknya sudah mendata distribusi premium dan pertalite di SPBU di Batam.

Terutama, diluar SPBU milik Pertamina. Kondisi ini, lanjut Gustian, diakui menyebabkan kelangkaan BBM yang terjadi di Batam tahun 2020.

Karena, premium tak dikirim sesuai dengan kuota. Sehingga, masyarakat kesulitan mendapatkan BBM jenis tersebut.

”Inilah yang menyebabkan kelangkaan premium di Kota Batam,” kata Gustian.

Realisasi yang rendah tahun 2020, dinilai dapat menurunkan kuota BBM di Batam tahun 2021. Makanya, kelangkaan premium itu terjadi di Batam.

Bukan karena premium di Batam tidak ada, namun jumlah yang harusnya diterima tidak terpenuhi.

”Kami merasa keberatan dengan kewenangan dan kebijakan Pertamina itu,” imbuh Gustian.

Menurutnya, jadwal pengiriman premium tidak bisa dipastikan selalu ada. Berdasarkan data yang mereka peroleh, setiap Senin dan Selasa, dikirim masing-masing 8 kl premium.

Kemudian, kamis 8 kl. Namun, Rabu, Jumat, Sabtu dan Minggu, tidak ada pengiriman BBM ke SPBU.

”Kemudian, dari jumlahnya, harusnya untuk 23 SPBU, yang
disalurkan 15 kl, namun yang disalurkan hanya 8 kl,” sebutnya.

Selama ini, Gustian melanjutkan, informasi terkait penghapusan premium sudah lama didengar. Salah satunya, karena ada rencana dialihkan ke pertamax.

”Karena pertalite juga, seharusnya 16 kl per hari, dipangkas menjadi 5 kl. Karena pasokan seperti itu, sehingga orang membeli pertamax” ucapnya.

Januari 2021 ini, kata dia, Batam diberikan kuota 50 ribu kl premium dan pertalite 100 ribu kl.

Terpisah, Sales Branch Manager Pertamina Kepri, William Handoko, menepis tudingan Gustian tersebut.

”Sesuai,” jawabnya singkat melalui pesan elektronik.

Namun, disinggung berapa data kuota dan penyaluran premium yang dimiliki Pertamina, William tak menjawab detail.

”Data dari divisi Comrel Medan semua,” jawabnya.

Sementara Com & Rel MOR I Pertamina Sumbagut, Moh Mur, saat dihubungi Batam Pos, belum memberikan balasan.(jpg)